[Cerita] Indahnya Menjadi Seorang Cadet di Kapal Milik Pertamina

Manusia Paling Hina di Kapal adalah Cadet?

Benarkah Begitu? Temukan Jawabannya disini


Assalamualaikum Wr. Wb.
Jumpa lagi dengan saya, semoga kalian semua dalam keadaan sehat sentosa. Amin.
Saya akan berbagi cerita mengenai pengalamanku selama menjadi CADET di atas kapal

Cadet Pertamina MT. Mangun Jaya

Baca sampai habis ya, semoga pengalaman saya bisa menginspirasi anda, khususnya bagi rekan-rekan dan adek-adek tingkatku yang akan melaksanakan prala

CADET????? 

Mungkin sebagian dari kalian masih asing dengan kata tersebut. Sebelum saya bercerita, saya akan memberikan sedikit gambaran mengenai apa itu cadet. Menurut saya, cadet adalah seorang taruna yang masih aktif dan melaksanakan prala (praktek laut) di atas kapal selama 12 bulan setelah dinyatakan lulus mengikuti ujian keahlian pelaut (pra-prala) dan sudah melengkapi semua persyaratan yang telah ditetapkan.

Cadet adalah seorang calon Perwira yang nantinya akan bertugas membawa kapal-kapal sesuai dengan keahlian dan tanggung jawabnya sebagai Perwira maupun Nakhoda setelah lulus dari studinya nanti. Cadet disini dibagi menjadi 2 yaitu CADET DECK dan CADET ENGINE.

Oke langsung saja ya, simak cerita dari saya..
Perkenalkan nama saya Soma Arna Atmajatama
Pengalamanku menjadi CADET DECK di atas kapal bermula pada saat saya telah selesai dan dinyatakan lulus ujian UKP Pra-Prala dan sudah melengkapi semua persyaratan yang telah ditetapkan.

Saya mengikuti seleksi/rekruitment cadet dari PT. Pertamina (Persero) yang dilaksanakan di Kampus AKPELNI Tercinta, tepatnya pada tanggal berapa saya lupa, kalau ngga salah pada bulan Februari tahun 2016.

Seleksi dilaksanakan langsung dari pihak crewing PT. Pertamina (Persero) yang hadir di kampus AKPELNI yaitu Capt. Timbul Arifin, dkk. Pada saat itu diikuti oleh 20 Taruna jurusan Nautika dan 20 Taruna jurusan Teknika. 

Seleksi pertama yaitu test akademik dimana semua Taruna diwajibkan menjawab soal-soal yang sudah disediakan dengan batas waktu yang telah ditentukan.

Antara deg-degan, ragu, bimbang, minder perasaan saya setelah melaksanakan test, bagaimana tidak? Semua peserta terutama jurusan Nautika adalah teman satu angkatan yang bisa dibilang mereka sangat cerdas dan mempunyai IPK rata-rata di atas 3.0.

Setelah menunggu kurang lebih 1 bulan, tiba-tiba saya mendapat telefon dari pihak kantor yang menyatakan bahwa atas nama Soma Arna Atmajatama telah dinyatakan lolos seleksi/rekruitment cadet dari PT. Pertamina (Persero) dan diperintahkan untuk segera melapor ke kantor untuk melengkapi semua persyaratan yang telah ditetapkan. 

Begitu bahagianya saya waktu itu mendengar kabar gembira

akhirnya keinginan saya untuk naik di kapal tanker sebentar lagi terwujud.

Setelah mondar-mandir, kesana kemari, pontang-panting mengurus persyaratan, akhirnya semua syarat sudah saya penuhi. Ternyata tidak semudah itu bagi seorang Cadet untuk naik di atas kapal.

Walaupun sudah siap semua, ternyata masih ada hal-hal yang tidak mengenakkan, menunggu, menunggu dan menunggu, lagi dan lagi harus standby. 

Akhirnya setelah kurang lebih 3 bulan lamanya saya selalu datang dan hadir ke kantor untuk absen, pada tanggal 14 Mei 2016 akhirnya saya mendapat telepon dari pihak crewing untuk segera datang ke kantor untuk melaksanakan PKL dan BJST.

Setelah mendapat informasi yang fix bahwa dalam minggu itu saya akan dinaikkan di kapal, maka saya meminta ijin pulang ke kampung halaman untuk berpamitan kepada orang-orang tercinta dirumah yaitu Ayah, Ibu, Kakek, Adek-adekku dan semua keluarga terdekat termasuk kekasihku Dyah Ayu Widyastuti bahwa sebentar lagi saya akan berlayar selama 12 bulan full dan tidak akan pulang kerumah sebelum selesai melaksanakan prala (praktek laut).

Antara senang dan sedih bercampur menjadi satu. Berpisah dengan orang-orang tercinta selama 1 tahun kedepan dan tidak bisa ketemu sebelum selesai kontrak, tetapi dengan semangat dan tekad yang kuat serta dukungan dari mereka menjadi motivasi dan modal utama saya untuk menjemput masa depanku.

Setelah sampai di kantor menghadap crewing tepatnya pada tanggal 19 Mei 2016, pihak kantor mendapat kabar dari Nakhoda kapal MT. Mangunjaya (Capt. Rahmatullah) bahwa kapal posisi kapal masih di Batam dan sebentar lagi berangkat menuju Pontianak. Untuk itu saya disarankan untuk menyusul kapal di Pontianak pada keesokan harinya.

Tanggal 20 Mei 2016 saya berangkat dari Jakarta jam 06.00 LT dan sesampai di Pontianak saya sedikit kebingungan karena baru pertama kali saya di daerah tersebut. Setelah tanya sana sini lokasi TBBM Pertamina Pontianak dimana, saya langsung bergegas menuju ke Pelabuhan TBBM tersebut (pada saat itu naik taksi dan kebetulan sopir taksi tersebut sudah tahu lokasi yang saya maksud)

Setelah tiba di TBBM sekitar jam 09.00 LT, saya segera menuju marine setempat untuk laporan bahwa saya adalah Deck Cadet yang akan naik ke kapal MT. Mangunjaya/P.33.

Ternyata kapal masih berlabuh di OB dan rencana masuk alur sekitar jam 20.00 LT menunggu air pasang.  Lagi dan lagi saya harus menunggu dan menunggu. Akhirnya setelah lama menunggu, sekitar jam 21.00 LT kapal sudah tiba di depan TBBM Pertamina Pontianak dan kapal akan segera sandar untuk bongkar muatan.
Setelah kapal selesai sandar, saya dipanggil oleh seseorang yang ada di atas kapal dan memerintahkan kepada saya untuk segera naik ke atas kapal. Setelah saya sudah berada di atas kapal, orang yang pertama saya jumpai yaitu Johan Irawan (3rd Officer) MT. Mangun Jaya dan mengantar saya ke kamar Kapten untuk laporan dan mengumpulkan berkas-berkas. 

Setelah selesai laporan dengan kapten, saya di antar oleh Mualim 3 bertemu dengan Chief Officer MT. Mangun Jaya (Chief Gunarto) untuk diserahkan kepada Kepala Departement bagian Deck.

Karena saya baru perdana dan belum mengerti apa yang harus saya kerjakan, arahan dari C/O agar saya malam itu beristirahat dan besok paginya bangun jam 04.00 LT untuk ikut jaga bersama C/O (04.00 LT s.d. 08.00 LT). 

Pada pagi harinya, setelah selesai jaga, saya diarahkan untuk ikut Mualim 3 untuk melaksanakan familiarisasi. Selanjutnya saya diserahkan kepada Boatswain (Bosun) untuk selama 3 bulan ke depan saya ikut kerja harian.

Sebelumnya saya sudah bertanya kepada senior-senior bagaimana rasanya menjadi seorang cadet di atas kapal. Kurang lebih apa yang dirasakan oleh para senior juga saya alami pada saat itu.

Mulai dari pertama kali naik

ikut kerja harian selama 3 bulan tidak boleh pesiar (pergi ke darat meninggalkan kapal baik pada saat berlabuh maupun saat kapal sandar), disuruh sana-sini, dibentak-bentak oleh para perwira maupun nakhoda, pokoknya tiada hari tanpa kena marah, begitulah kurang lebihnya penderitaan seorang cadet.

Hal yang bakal tidak akan saya lupa ketika kapal sudah selesai bongkar. Saya yang benar-benar pemula tidak tau apa-apa mengenai kapal dan sistem kerjanya bagaimana, pada saat itu saya mendapat intruksi dari C/O setelah selesai kerja harian bersama Bosun dan Kelasi dari jam 08.00 LT s.d. jam 16.00 LT.

Saya diperintahkan untuk istirahat. Karena rasa capeknya saya waktu itu, saya bergegas mandi, sembahyang, makan malam, belajar sebentar dan saya pun ketiduran.

Malam sekitar jam 23.00 LT, telepon kamar berdering dengan kerasnya (maklum kapal tua, telepon masih klasik dengan nada deringnya sangat kencang sekali). Saya angkat dan ternyata Kapten memanggil dan menyuruh saya untuk segera naik ke anjungan berpakaian PDH lengkap. 

Saya baru sadar ternyata kapal sudah berangkat dan saya bergegas lari dengan kilatnya layaknya seorang junior dipanggil oleh senior waktu pendidikan di kampus.hehe)

Sampai di anjungan, saya kaget karena seluruh ruangan dengan keadaan gelap (mungkin belum menyesuaikan ruangan karena baru bangun). Suara Kapten dari pojok anjungan memanggil. Saya pun segera menghadap dan laporan layaknya seorang taruna. 

Seketika itu saya langsung dicaci, dimaki, dibentak-bentak oleh Kapten, dimarahi habis-habisan karena saya tidak tahu bahwa sekitar jam 22.00 LT tadi kapal sudah OHN (One Hours Notice) dan pada saat diumumkan saya tidak dengar (ya iyaaa lah tidak tahu, namanya juga baru perdana naik kapal dan setahu saya kalau kapal OHN semua orang kapal wajib dikasih tahu, tapi kok saya tidak di kasih tahu ya?????). 

Malam itu saya habis

saya di hukum disuruh push up langsung dari Master, begitu istimewanya rasa saat itu, baru sehari naik kapal sudah kena marah dan langsung dari Kapten malah.

Hari berganti minggu, minggu berganti bulan, dan tidak terasa 3 bulan sudah berlalu, dan saya pun lapor kepada C/O bahwa tepat hari itu saya sudah 3 bulan dan saya meminta ijin untuk pesiar (maklum semua bekal termasuk peralatan pribadi sudah habis stoknya.wkwkw) dan C/O pun memberikan ijin untuk pesiar.

Singkat cerita, saya sudah lebih dari 3 bulan di atas kapal. Satu per satu crew baik perwira maupun ABK sudah pada turun karena habis kontrak dan dikirimkan pengganti. 

Saya waktu itu merasa menjadi senior di kapal karena semua crew baik Perwira maupun ABK semuanya perdana dan baru, jadi sedikit demi sedikit, cacian, makian, sudah tidak terdengar lagi di telinga saya.

Saat itu saya ikut jaga bersama C/O yang baru bernama Chief Joyo Pranoto dari PIP Semarang. Beliau sangat baik dan bijaksana, sekitar 6 bulan saya ikut jaga bersama beliau dan banyak sekali ilmu yang saya dapatkan dari beliau.

Setelah Chief Joyo Pranoto turun digantikan dengan Chief Fernando F.Gandaria dari PIP Makasar. Beliau tidak kalah baik dengan C/O sebelumnya, Chief Nando, begitulah panggilannya adalah Perwira yang baik dan bijak.

Demikian pengalaman saya waktu menjadi CADET DECK di atas kapal milik PT. Pertamina (Persero) MT. Mangun Jaya/P.33 terhitung selama 12 bulan 2 hari. Saya naik pada tanggal 20 Mei 2016 di Pontianak dan turun pada tanggal  22 Mei 2017 di Batam.

Semoga ilmu yang saya dapatkan selama melaksanakan prala (praktek laut) dapat bermanfaat dan menjadi bekal untuk saya menjadi seorang Perwira Laut yang handal di dunia Pelayaran. Amin

Thanks..
Wassalamualaikum Wr. Wb.


Salam Pelaut,
JALESVEVA JAYAMAHE, HIDUP MATI DI LAUT

42 Responses to "[Cerita] Indahnya Menjadi Seorang Cadet di Kapal Milik Pertamina"

  1. Syahreal FauziJuly 27, 2018 8:05 AM

    Wah keren bos.. sukses terus..
    tulisanmu sangat memotivasi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih bro Fauzi
      kejar mimpimu setinggi gunung, bukan langit karna manusia ke langit itu artinya telah tiada.hahaha

      Delete
  2. Waaaaa beruntung sekali kakak bisa di kapal pertamina, impin saya itu bisa spt kakak tapi saya baru bisa masuk kapal peti kemas. Sukses selalu ya akak!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Amin..
      Alhamdulillah Linda, rejeki sudah ada yg mengatur, kejar terus impianmu sampai km dapat ya, jangan patah semangat..
      Terima kasih sudah berkenan mampir di gubug saya ��

      Delete
  3. ada aja ya bro wkwk
    tpi sangat memotivasi geng :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Haha kirain siapa, trnyata lo geng.. toss dulu lah, satu rasa kita 🙋👊

      Delete
    2. Mohon info cadet ya capt.

      Delete
    3. WA aja ya ke saya 082225551366, kalau ada info buat cadet akan saya share. Terima kasih

      Delete
    4. Izin senior, pengalaman yang bagus untuk cadet dipertamina

      Delete
  4. Replies
    1. Amin.. terima kasih bro doa nya, sukses juga buat situ ya? 🙏

      Delete
  5. Minta motivasinya untuk adik adik catar kak yg sedang berusaha maupun yg gagal dalam tes untuk menjadi calon taruna pelayaran

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yg pasti tetep semangat ya,
      Inget, lembaga diklat pelayaran di Indonesian tidak hanya satu, banyak lembaga diklat yg lain dan tentunya mempunyai akreditasi yg baik, Negeri sama Swasta itu intinya sama saja, penting kita berani bersaing, cukup ilmu untuk bekal nanti kerja di kapal maupun di darat..

      Saya dulu juga gagal masuk sekolah pelayaran negeri karna faktor usia terlalu dini, mungkin jg belum rejeki saya disitu, akhirnya di Akpelni lah saya bisa dan siap untuk berkarir dan berkarya di masa depan 🙏

      Delete
  6. Mantap broo... Memotivasi ceritanya
    Saya sebenarnya tadi dah agak putus semangat gara gara gk dapet dapet kapal...

    ReplyDelete
  7. Maaf bang mau nanya...
    Untuk batas umur untuk ikut ukp prala dan batas umur untuk ikut ujian ANT III brapa ya bang?

    Bohon bantuannya
    Terima kasih

    ReplyDelete
    Replies
    1. Setahu saya dulu untuk ujian pra tidak ada batas umur melainkan dilaksanakan per 3 bln sekali dlm satu periode,

      Jk msih ada yg mengulang, mk dikasih kesempatan 3x ujian ulang, jika lbih dari 3x mengulang mk periode selanjutnya wajib mengulang seluruhnya (full mata uji)

      Untuk skrng ujian dilaksanakan dgn sistem CBA per 1 bln sekali dalam jangka 1 th terhitung dari pelaksanaan ujian perdana. Dlm jangka 1 th tidak dibatasi berapa kali ujian ulang. Jika lebih dari 1 th masih mengulang mk wajib periode berikutnya wajib mengulang full mata uji.

      Untuk ujian pasca (profesi) ANT/ATT juga sama, menggunakan sistem CBA yg dilaksanakan per 1bln sekali dlm setahun serta tidak dibatasi umur melainkan selama SKL pra masih berlaku (3th) mk masih bisa melaksanakan ujian pasca.

      Semoga dapat membantu,
      Terima kasih sudah berkunjung di situs saya..

      Delete
  8. Cari lowongan buat cadet hub.085242949886

    ReplyDelete
  9. Terimakasih infonya jadi paham apa itu cadet

    ReplyDelete
  10. Tulisan yang sangat bagus, terlalu indah untuk aku abaikan, aku yang hanya bisa mimpi ketika ingin mwnjadi seorang pelaut, salam sukses semoga sehat selalu kawan

    ReplyDelete
    Replies
    1. Semua orang pasti punya mimpi mas, tidak ada yg tidak mungkin selama kita msih mau berusaha dan berdoa.. Semoga tercapai mimpinya. Amin

      Delete
  11. Wahhh.... pengalaman yg asik yaa, trus seandainya cadet cewe gimana ? Malem2 harus ke anjungannjg gelap2an donk

    ReplyDelete
    Replies
    1. Diatas kapal tidak ada yg membeda bedakan antara cewek dan cowok mas, profesional on jobs 👍

      Delete
  12. Bang soma saya dari angkatan 51 bang, mohon ijin bang sekiranya ada info cadet

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hubungi saya dek, chat wa aja

      Delete
    2. Bg ada info cadet deck gak?! Mohon infonya bg utk prala

      Delete
  13. mas, boleh bagi kontaknya atau bisa diemail ke email saya di enggarfebriw@gmail.com

    thankyou

    ReplyDelete
  14. Mohon ijin kak minta info cadet deck

    ReplyDelete
  15. Mohon ijin kak minta info cadet deck

    ReplyDelete
  16. Smoga segera mendapatkan pekerjaan sesuai dengan yang mas soma cita2kan yah, Sekarang sudah berlayar kah?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sekarang saya join dengan perusahaan zhonglu shipping, china

      Delete
  17. Assalamualaikum. Izin kak apakah ada lowongan deck cadet untuk bulan November ini??

    ReplyDelete
  18. Bg apakah ada info cadet deck?!?

    Sudah hampir 2 bln blm bisa ikut prala

    ReplyDelete
  19. Mas tau solusi ngak... ujian pra sktr 2004.. bis prola ga ujian paska... apa masih bisa ujian ngulang dri awal? Telat 15tahun hihihi.

    ReplyDelete
Demi kenyamanan bersama, dimohon berkomentar dengan kata-kata yang baik dan sopan. Mohon maaf, komentar yang berisi "link aktif" akan auto detected spam.

Jika tulisan ini layak untuk disebarluaskan, silahkan bagikan ke semua teman-teman sosial media baik manual (share link) atau dengan klik tombol bagikan yang sudah saya sediakan dibawah bagian akhir setiap tulisan.

Salam Satu Sea
"Di laut kita jaya, di darat kita berkarya"
Bravo - Pelaut Indonesia

Terima kasih

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel