Keluh Kesah Selama Hidup di Asrama Pelayaran - Akpelni Semarang

Tinggal di Asrama Pelayaran? Apakah Seseram Itu?

Apa saja sih keluh kesah selama hidup di asrama Akpelni?

Pintu Gerbang Politeknik Bumi AKPELNI Semarang

Assalamualaikum Wr. Wb.
Saya akan melanjutkan kisah hidupku selama tinggal di asrama AKPELNI Semarang

Dengar kata asrama

mungkin yang ada dibenak kalian begitu memilukan (mungkin bagi sebagian orang saja termasuk saya pribadi) hehe, sedih?, ya sangat menyedihkan sekali jika harus tinggal di asrama jauh dari keluarga tercinta, bagaimana tidak? 
Yang ada di bayangan saya saat itu hidup di asrama pasti banyak aturan yang harus dipatuhi dan dilaksanakan dan yang paling penting kita harus disiplin dalam segala hal.

Singkat cerita, saya memulai pendidikan di AKPELNI Semarang, pada saat itu tanggal berapa ntah saya lupa yang pasti pada bulan agustus 2013 saya diantar oleh ayah naik sepeda motor berangkat jam 04.00 LT menuju kampus AKPELNI Semarang. 

Asrama Politeknik Bumi Akpelni Semarang

Dengan rasa bangga berpakaian hitam putih berdasi dengan gaya rambut yang super kinclong (plontos) saya tiba di kampus jam 06.00 LT dan menuju ke gedung AKPELNI yang disebut Hall Sakhrina dimana semua calon calon taruna dan taruni sudah berkumpul disana.

Tiba saatnya 

semua calon taruna disuruh berbaris dan berkumpul di hall sakhrina sesuai dengan jurusan masing-masing untuk pembagian barak. 
Barak adalah sebutan untuk kamar tidur dimana calon taruna nantinya tinggal. Saat itu saya mendapat barak E.32 dengan posisi kamar paling pojok sendiri. 

Setelah semua calon taruna mendapat bagian barak, masing-masing berbaris dan berkumpul sesuai dengan barak, saya sedikit terkejut karena diantara barak lain, barak E.31 dan E.32 lah yang paling banyak penduduknya yaitu 50 orang untuk barak E.32, bayangkan saja satu kamar berisi 50 orang sedang barak yang lain sekitar 4 orang, 6 orang, 8 orang, dan 10 orang.

Setelah semua berkumpul sesuai barak, kami digiring menuju asrama (saat itu asrama ada 2 yaitu asrama kampus dan asrama utama) dan kebetulan barak saya berada di asrama utama yang terletak di bawah dekat pintu gerbang masuk akpelni di kiri jalan.

Selanjutnya kami semua keluar dari hall sakhrina dan para orang tua dari calon taruna sudah menunggu untuk mengantar anaknya, pada saat itu orang tua hanya boleh mengantar sampai di depan pintu gerbang masuk asrama.

Setelah saya bertemu dengan ayah, dan saya meminta doa restu agar diberi kelancaran selama menempuh pendidikan di AKPELNI ini, saya merasa sedih sekali ketika ayah berkata “ hati-hati ya nak, jaga kesehatan, ayah pulang dulu” (sambil menepuk pundak kanan saya).
Okey langsung saja pada cerita utama mengenai kehidupan di asrama. 

Kami sudah memulai pendidikan. 

Seperti mahasiswa pada umumnya, bagi pemula tentu ada yang namanya masa orientasi dan di AKPELNI disebut dengan BINAFITAL (Pembinaan Fisik dan Mental). 
Waktu itu angkatan saya masa BINAFITAL dilaksanakan selama 2 minggu (selama BINAFITAL tidak diperbolehkan membawa dan menggunakan alat komunikasi dalam bentuk apapun termasuk HP).
Terjawab sudah semua bayangan saya sebelumnya bagaimana hidup di asrama, semua ada aturan mulai dari a sampai z

Dari cara berpakaian mulai dari ujung kaki sampai ujung kepala harus rapi, cara makanpun sangat berbeda pada umumnya, sebelum makan harus baris dulu di depan pintu makan dan masuk satu persatu, sebelum makan ada apel makan, salah satu mengambil alih komando, 
laporan dan laporan, begitulah setiap harinya. cara minum, cara berbicara, cara duduk, cara berjalan, waktu makan, waktu mandi, waktu belajar biasanya setelah selesai makan malam jam 19.00 LT s.d. 21.00 LT dilanjutkan kebersihan barak dan dilanjutkan apel malam (inspeksi malam), waktu tidur jam 22.00 LT semua calon taruna harus sudah istirahat dan bangun pagi wajib jam 04.00 LT.  

Kegiatan pagi dimulai 

dari sarapan pagi jam 05.30 LT untuk gelombang pertama dan jam 06.00 LT untuk gelombang ke-dua. Setelah selesai sarapan pagi dilanjutkan kegiatan apel pagi. 
Apel pagi dimulai jam 07.00 LT, untuk itu semua calon taruna dan taruni wajib sudah berada di lapangan apel sebelum jam 07.00 LT dan tidak boleh ada satu pun yang telat (siap-siap saja kalau telat pasti kena hukum dari instruktur maupun senior-senior pendamping, yg pernah ngalamin pasti senyum-senyum sendiri.hehe).  

"Mau makan jalan jongkok, habis makan lompat kodok, ku di caci, ku di maki ku di bentak-bentak..." mungkin potongan lirik lagu itu tidak asing bagi sobat semua terutama yang pernah mengalami.hehe 
yaa begitulah memang tradisi utama BINAFITAL TARUNA AKPELNI agar semua calon taruna memiliki mental yang kuat serta disiplin yang ketat untuk menghadapi dunia kerja nanti di atas kapal,

dan masih banyak lagi yang kalau saya ceritakan semua pasti tidak akan ada habisnya, mungkin bisa sampai 100 halaman pun tidak cukup untuk cerita selama di asrama dan tidak mungkin semua kegiatan saya ceritakan disini karena suatu alasan tertentu, yang pasti ngeri-ngeri sedappppplah.hehe.

Pendidikan di AKPELNI sangat menjunjung tinggi nilai kedisiplinan, untuk itulah tujuan utama daripada BINAFITAL dilaksanakan.

Sekian cerita dari saya,Thanks..

Wassalamualaikum Wr. Wb.

2 Responses to "Keluh Kesah Selama Hidup di Asrama Pelayaran - Akpelni Semarang"

Demi kenyamanan bersama, dimohon berkomentar dengan kata-kata yang baik dan sopan. Mohon maaf, komentar yang berisi "link aktif" akan auto detected spam.

Jika tulisan ini layak untuk disebarluaskan, silahkan bagikan ke semua teman-teman sosial media baik manual (share link) atau dengan klik tombol bagikan yang sudah saya sediakan dibawah bagian akhir setiap tulisan.

Salam Satu Sea
"Di laut kita jaya, di darat kita berkarya"
Bravo - Pelaut Indonesia

Terima kasih

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel