Pengalaman Menjadi Calon Taruna Pelayaran - Akpelni Semarang

Behind The Scenes - Mengapa Harus Memilih Pelayaran?

Inilah Pengalamanku menjadi calon Taruna pelayaran Akpelni Semarang


Assalamualaikum Wr. Wb.
Salam damai.. terima kasih sudah mampir di gubug saya..

Perkenalkan nama saya Soma Arna 
Saya akan sedikit bercerita mengenai pengalaman saya menjadi calon taruna akpelni semarang.


Drump Corps Akpelni Semarang

Pada tahun 2013, saya dinyatakan lulus dari SMA N 1 Kradenan. Setelah lulus SMA, orang tua menyarankan untuk melanjutkan kuliah di Perguruan Tinggi di Semarang. Karena kedua orang tua saya adalah seorang Guru, maka mereka mendaftarkan saya di salah satu Universitas Negeri di Semarang dengan jurusan Pend. Matematika, Bahasa dan Pend. Kewarganegaraan. 

Awalnya saya menolak saran dari orang tua, karena dari awal saya tidak tertarik untuk mengambil jurusan pendidikan.

Pada saat itu terjadi pro-kontra antara saya dan kedua orang tua saya, orang tua terus menyarankan untuk mengambil jurusan pendidikan, dan saya bersikeras untuk menolaknya karena saya dari dulu bercita-cita ingin sekali masuk di AKMIL.

Saya mencoba untuk bicara baik-baik dengan kedua orang tua saya atas keingingan saya tersebut, alhasil mereka menuruti kemauan saya saat itu juga. Ntah bulan apa saya lupa, saya di daftarkan di AKMIL oleh orang tua saya.

Semua persyaratan sudah siap, karena usia saya belum genap 17th dan belum mempunyai KTP, akhirnya saya gagal untuk mendaftar. Orang tua kembali menyarankan pada opsi pertama (ambil jurusan pendidikan) dan saya pun langsung menolak mentah-mentah sambil berkata "pokoknya kalau saya tidak masuk di AKMIL tahun ini, saya tidak akan kuliah". 

Disitulah awal perdebatan saya dengan orang tua. Disisi lain orang tua mendukung atas cita-citaku, disisi lain mereka juga tidak ingin saya nganggur 1 tahun untuk mendaftar lagi tahun depan. 

Akhirnya saya memutuskan untuk pergi ke semarang (bisa dibilang kabur dari rumah.hehehe), dalam hati saya, sambil nunggu ijazah SMA keluar, saya ingin pergi bebas. pada saat itu saya ikut dengan tetangga yang pada saat itu bekerja sebagai kuli bangunan di daerah sompok baru, semarang. 

3 minggu berlalu. Orang tua terus menghubungi by phone untuk menyuruhku pulang kerumah dan saya pun masih bersikeras untuk tidak mau kuliah kalau disuruh ambil jurusan pendidikan.

Selama 3 minggu di semarang, saya pun jalan2 ke daerah kota (simpang lima) dan saya pun melihat para taruna pelayaran berdiri dengan gagahnya, setelah saya amati, ternyata mereka adalah taruna PIP Semarang. 

Keesokan harinya saya libur kerja (hari minggu) dan saya mencari informasi untuk masuk di kampus PIP Semarang dan meminta brosur pendaftaran taruna baru.

Seperti mendapat lampu hijau bahwa pendaftaran taruna baru masih dibuka dan masih ada kesempatan untuk mendaftar.

Malamnya orang tua menghubungi saya lagi untuk lebih baik baik pulang dulu ke rumah dan dibicarakan baik-baik, dan saya pun seketika bilang kepada mereka bahwa saya tetap tidak akan melanjutkan kuliah di pendidikan, dan saya sudah menentukan pilihan, dan saya pun bersikeras untuk pilihan saya ini harus dituruti yaitu saya akan mendaftarkan diri di kampus PIP Semarang. 

Setelah orang tua menyetujui, saya pulang ke rumah dan mengumpulkan semua informasi yg berkaitan dengan kampus PIP dari media internet (termasuk syarat pendaftaran taruna baru).

Lagi dan lagi, kendala saya terletak pada KTP karena syarat pendaftaran harus mempunyai KTP. Setelah 1 bulan lamanya saya menunggu saya mengurus pembuatan KTP dan KTP saya sudah jadi. Saya pun kembali ke semarang untuk mendaftar ke PIP dan alhasil pendaftaran sudah ditutup. 

Lagi dan lagi orang tua kembali memaksa untuk kuliah dulu di pendidikan sembari nunggu tahun depan untuk daftar lagi di AKMIL dan saya masih tetep pada pendirian tidak akan mau kuliah di pendidikan. 

Setelah menggali informasi tentang dunia pelayaran, alhamdulillah.. masih ada kampus pelayaran yg menerima taruna baru yaitu AMNI dan AKPELNI, di kampus AKPELNI masih dibuka pendaftaran calon taruna baru untuk gelombang ke-2 dan saya pun segera mendaftarkan diri, di AKPELNI saya mendapat arahan dari panitia tentang jurusan yg akan ditempuh nantinya, yaitu jurusan NAUTIKA, TEKNIKA dan TATALAKSANA (KPN). 

Setelah mendapat sedikit gambaran, saya mendaftar 2 jurusan sekaligus yaitu NAUTIKA dan TATALAKSANA, karena saya tidak mempunya basic untuk mesin. setelah selesai mendaftar dan menunggu, akhirnya tiba waktunya untuk mengikuti serangkaian test menjadi calon taruna baru ( Untuk informasi pendaftaran bisa dilihat di web www.akpelni.ac.id 

Step by step serangkaian test (mulai dari test akademik, test kesamaptaan, test kesehatan, dll) telah saya jalani dengan baik. Pada akhirnya saya dinyatakan lolos menjadi calon taruna baru AKPELNI Semarang.

Saya pun segera menghubungi kedua orang tua saya bahwa saya sudah diterima menjadi calon Taruna AKPELNI Semarang. Saat itu bagi peserta yang dinyatakan lolos seleksi, untuk segera datang ke kampus AKPELNI Semarang untuk mengambik SKL dan mengurus segala sesuatunya. 

Taraaaaaaaaa, tiba saatnya saya datang ke kampus AKPELNI Semarang dengan potongan rambut gundul plontos untuk persiapan masuk asrama AKPELNI Semarang serta melaksanakan BINAFITAL (Pembinaan Fisik dan Mental).
Binafital Taruna Angkatan 49

Sistem pendidikan di AKPELNI yaitu tinggal di asrama untuk semster 1-2, kalau sekarang semester 1-4 wajib di asrama yang akan saya ceritakan pada postingan selanjutnya... 



Thanks..
Semoga bermanfaat :-)

Wassalamualaikum Wr. Wb.

2 Responses to "Pengalaman Menjadi Calon Taruna Pelayaran - Akpelni Semarang"

  1. Berapa lama pendidikan di AKPELNI Semarang?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sesuai selera bro, cepat atau tidaknya sesuai selera pribadi masing2 😉

      Delete
Demi kenyamanan bersama, dimohon berkomentar dengan kata-kata yang baik dan sopan. Mohon maaf, komentar yang berisi "link aktif" akan auto detected spam.

Jika tulisan ini layak untuk disebarluaskan, silahkan bagikan ke semua teman-teman sosial media baik manual (share link) atau dengan klik tombol bagikan yang sudah saya sediakan dibawah bagian akhir setiap tulisan.

Salam Satu Sea
"Di laut kita jaya, di darat kita berkarya"
Bravo - Pelaut Indonesia

Terima kasih

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel