[BON VOYAGE] Perjalanan yang Menyenangkan (Sampai Jadi Perwira) Part I

“BON VOYAGE”


"Bon Voyage" - Akpelni 49/N-Golf/Bendan/Smg.

Iya, mungkin kata itu yang pantas dan cocok untuk mengawali cerita saya. Kata yang sangat singkat, padat dan mempunyai sejuta makna yang berarti.hehehe

Malam ini, 03 Agustus 2018 pukul 23.42 WIB. Saya akan memulai menulis kisah hidup saya yang Insha Allah akan berlanjut terus sampai nanti (tapi tidak sampai mati lo.hihihi).

Bon Voyage, Kata ungkapan selamat jalan yang dalam bahasa Indonesia berarti “Semoga perjalananmu aman dan menyenangkan”. Kata tersebut juga sering diucapkan oleh dosen saya Capt. Bambang Pitono kepada para Taruna dan Perwira di akhir sebuah acara atau sebuah pertemuan.

Sebenarnya banyak sekali makna dari kata tersebut. Berasal dari bahasa Perancis yang intinya berarti “Sebuah Perjalanan yang Menyenangkan”

Sebelumnya, perkenalkan nama saya Soma Arna Atmajatama (sungguh nama yang menurutku jarang sekali bahkan mungkin hanya saya satu-satunya yang punya nama itu). Hasil survey saya di google sih sejauh ini hanya saya yang punya nama seindah itu.hahaha


Nama merupakan serangkaian kata dari berbagai bahasa, terdiri dari satu, dua atau lebih kata, digabungkan membentuk sebuah nama yang memiliki berbagai makna yang cukup berarti. Kata “Soma” yang berasal dari bahasa India (Sansekerta) yang berarti “Rembulan”.

Karena saya orang Jawa, nama “Soma” diartikan “Senin”, kemudian diikuti dengan kata “Arna” yang merupakan gabungan dari nama Ayah dan Ibu. Kata “Arna” sendiri berasal dari bahasa Skandinavia yang berarti “Elang”. Diakhir nama ditambahkan kata “Atmajatama” yang merupakan gabungan kata “Atmaja” yang dalam bahasa jawa berarti “Putra/Anak” dan “Tama” yang berarti “Utama/Pertama”

Jadi, nama Soma Arna Atmajatama menurut saya pribadi bisa diartikan sebagai “Anak pertama dari pasangan “Ayah & Ibu” yang lahir di hari senin” dalam versi Jawa. Selain itu bisa juga diartikan sebagai “Rembulan, Elang, Putra, Utama” yang artinya Seorang anak/putra yang selalu mengutamakan/fokus pada tujuan seperti burung elang yang dalam filosofinya memiliki pandangan yang sangat tajam dalam membidik mangsa, bahkan burung elang bisa melakukannya dari jarak puluhan kilometer. 

Kemampuan dan kecepatan terbangnya mampu mencapai 300 kilometer per jam. Jauh lebih cepat dari pacuan mobil honda jazz maupun pajero sport loh.hahaha. Keren kan??

Kemampuan elang dalam berburu mangsa juga dapat diartikan selalu fokus dalam menjalankan kehidupan. Fokus pada tujuan-tujuan yang ingin dicapai dengan mengerahkan segala kekuatan dan kemampuan serta tidak akan berhenti ataupun menyerah sebelum mangsa tersebut berhasil ditakhlukkan.

Dari situ bisa kita jadikan acuan agar tujuan akhir kita adalah sang mangsa itu tadi. Saya tidak akan berhenti ataupun sampai menyerah sebelum apa yang menjadi impianku tercapai.

Selain itu juga memiliki potensi diri. Kita tahu bahwa elang terbang paling tinggi diantara unggas-unggas yang lainnya kan? Ia sangat suka terbang lebih tinggi karena ia tahu bahwa semakin terbang tinggi, maka semakin kencang pula angin yang menerpanya. 

Hal tersebut dapat kita ambil maknanya bahwa sang elang lebih memilih untuk tetap melanjutkan misi walaupun sudah tahu apa resiko yang akan dihadapi sedangkan unggas yang lainnya justru lebih memilih menghindari hal itu terjadi pada dirinya yang saya kira semua unggas juga sudah tahu hal itu (memang begitu sih, kita aja yang ngga ngerti bahasa mereka.haha).

Kita pikir saja sesuai logika, semakin tinggi elang terbang maka ia akan banyak waktu untuk beristirahat sejenak mengepakkan sayapnya bukan? Karena di angkasa jauh sana, ia hanya butuh energi yang cukup ekstra saja untuk sampai di luar angkasa sana dan ia tahu setelah di atas sana akan banyak angin yang justru dapat membantu meringankan beban kepakkan sayap.

Disisi lain, unggas yang takut akan terpaan angin kencang justru memilih untuk tidak terbang terlalu tinggi. Padahal kalau dipikir, mereka akan terus mengepakkan sayap nya agar ia tidak terjatuh. Kalaupun lelah dan butuh istirahat, itu pun hanya mengandalkan pohon-pohon di sekitar dan tidak ada waktu untuk berlama-lama disana karena harus melanjutkan misinya.

Bahkan beberapa kasus banyak burung-burung lainnya yang sudah hinggap di pohon keenakan, mungkin juga sudah malas terbang lagi atau mungkin juga ketiduran dan lebih parahnya lagi ketemu oknum, terroris maupun begal, sekali dorrr iya kalau ngga kena, kalau kena ya mati deh.hihihi kasiannn..

Elang juga tidak takut berada di tempat yang tinggi. Hal itu bisa dimaknai sebagai proses perkembangan dalam hidup ini loh. Jangan pernah merasa takut untuk menjadi pribadi yang lebih baik lagi. Jangan pernah merasa lelah untukmencapai hal-hal yang kita inginkan.

Selain senang dengan angin, elang juga senang berkawan dengan badai loh. Kok bisa begitu?? Ya memang kenyataannya begitu, ketika yang lain memutuskan untuk menghindari badai, sang elang justru mencari arah datangnya badai dengan penuh keyakinan bahwa badai dapat membantunya terbang lebih tinggi tanpa capek-capek mengepakkan sayapnya.

Hal itu dapat diartikan bahwa kita hidup tidak untuk menghindari suatu masalah. Justru sebaliknya, masalah yang datang itu untuk kita hadapi. Bukan hanya bersikap tenang, tetapi harus menggali potensi yang positif di balik datangnya suatu masalah.

Selain itu, pernah ngga kalian lihat seekor elang terbang bersama sekelompok kawanannya? Tidak kan.  Ia lebih senang terbang sendiri, ia akan lebih fokus berburu mangsa dengan terbang sendirian daripada harus bergerombol membentuk kawanan apa lah itu.hahaha.

Hal tersebut dapat kita terapkan di kehidupan ini agar untuk selalu berusaha menjadi pribadi yang mandiri. Tidak bergantung kepada orang lain. Sendiri dalam hal ini bukan berarti menjadi pribadi anti-sosial ya gaes. Sendiri lebih mengarah ke pribadi yang mandiri dan mampu menjalani kehidupan dengan kemampuan yang dimiliki dan tidak banyak menyusahkan orang lain.

Hal istimewa lainnya yang dimiliki elang yaitu mempunyai kebiasaan menghindari hal-hal yang tidak baik. Selama berburu mangsa, tidak pernah mencari mangsa yang dalam keadaan sudah mati/bangkai seperti hewan jenis karnivora lain yang doyan memakan bangkai. Elang selalu mencari mangsa yang benar-benar masih dalam keadaan segar.

Satu filosofi penting yang wajib diterapkan dalam kehidupan agar kita semua dapat meninggalkan hal-hal yang tidak baik bagi diri sendiri. Hal-hal yang dapat menjadi racun dan membawa dampak buruk sudah seharusnya kita tinggalkan. Yakinlah bahwa hasil yang kita peroleh saat ini juga akan berdampak baik dikemudian hari.

Dan yang terakhir, elang merupakan hewan yang setia loh gaes.
Ngga percaya? 

Silahkan cek sendiri kebenarannya. Negara Amerika Serikat memakai simbol burung elang. Sebanyak 80% s.d. 90% burung elang bisa tetap setia terhadap pasangannya, bahkan hingga akhir hayatnya. Tuh keren kan, elang aja setia sama pasangan, masa lu kalah sama elang?? Huhuhu..

Dan masih banyak lagi filosofi positif yang dapat kita ambil dari seekor elang. Semoga apa yang berarti dan bermakna dalam nama saya bisa dan mampu menjadikan saya untuk lebih termotivasi dalam menjalani hidup. 

Apalagi hidup di jaman sekarang bisa dikatakan dunia lebih kejam, sampai-sampai kemarin saya lihat tulisan di belakang truk di jalan raya bertuliskan “Dunia lebih kejam dari pada ibu tiri”, wihhhh segitunya yah, ngeriii..

Bagaimana tidak? Kenyataannya sih memang begitu. Mantan Presiden Republik Indonesia Alm. Soeharto saja sampai detik ini pun slogan masih terdengar “Pie kabare, enak jamanku to?”. 

Seakan-akan kita semua yang hidup di masa sekarang diingatkan kembali memory jaman-jaman dahulu yang dibandingkan dengan jaman sekarang akan jauh lebih berbeda.

Menurut saya, semua tergantung pada individu masing-masing bagaimana menyikapi perubahan jaman ini. Orang yang hidup dijaman dulu jelas akan berkata begitu, tetapi kita yang hidup di jaman sekarang, jika dilihat dari segi positif dan negatif akan lebih banyak sisi positifnya.

Ambil contoh saja yang simpel, misal nih kalian suka membaca. Anggap saja di depan anda ada mesin waktu atau pintu ajaib dora emon. Kalian yang sedang asik membaca tulisan ini, tiba-tiba kalian masuk ke mesin waktu jama n dulu. 

Dan cerita yang kalian baca dengan sekejap berubah menjadi tulisan di atas kertas buram atau jauh lebih masuk lagi ke tahun sebelumnya. Tulisan ini berubah menjadi selembaran daun (kertas dari daun).

Apakah kalian akan tetap melanjutkan membaca?
Apakah kalian akan tetap fokus membaca?
Apakah kalian masih ingin meneruskan membaca?
Yakin kalian tidak akan syock melihat semuanya seketika berubah?
Yakin kalian akan bilang “enak jaman dulu?”
Yakin kalian betah disitu lama-lama?

Temukan jawabanmu di cerita saya selanjutnya ya gaes.


(Next.. Part II, Part III, Part IV, .... dst, sampai nanti berlanjut terus, biar seperti sinetron.hahaha)

2 Responses to "[BON VOYAGE] Perjalanan yang Menyenangkan (Sampai Jadi Perwira) Part I"

  1. Railway Recruitment Board is one of the major employment generating source in the country. Following the trend, the Railway Board has announced about one lakh vacancies for the different posts and around 1.2 crores candidates have applied for the same.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Okey, thanks for your information about job vacancy.. I hope to join quickly..

      Thanks before 😉

      Delete
Demi kenyamanan bersama, dimohon berkomentar dengan kata-kata yang baik dan sopan. Mohon maaf, komentar yang berisi "link aktif" akan auto detected spam.

Jika tulisan ini layak untuk disebarluaskan, silahkan bagikan ke semua teman-teman sosial media baik manual (share link) atau dengan klik tombol bagikan yang sudah saya sediakan dibawah bagian akhir setiap tulisan.

Salam Satu Sea
"Di laut kita jaya, di darat kita berkarya"
Bravo - Pelaut Indonesia

Terima kasih

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel