[ BON VOYAGE ] Perjalanan yang Menyenangkan (Sampai Jadi Perwira) Part III

Part III - Perjalanan yang menyenangkan sampai jadi Perwira

Lajuntan BON VOYAGE - Part II


"Bon Voyage" Nautical Golf - 49/N/Bendan/Smg

Melanjutkan cerita saya sebelumnya, saatnya saya melanjutkan sekolah ke jenjang menengah pertama (SMP). Masa-masa inilah saya berawal mulai mencari jati diri saya yang sebenarnya.

SMP N 1 Wirosari. Disanalah saya melanjutkan sekolah setelah lulus dari SD. Sekolah dimana jarak antara rumah saya ke sekolah kurang lebih 3 km.

Awal mula saya memilih sekolah tersebut adalah selain jaraknya tidak terlalu jauh dari rumah, juga saya berfikir bahwa SMP N 1 Wirosari merupakan sekolah menengah pertama yang mempunyai background bagus diantara sekolah negeri lainnya.

Seperti pada umumnya, untuk bisa masuk sekolah tersebut, selain nilai ujian sebagai patokan juga ada serangkaian test demi test (proses seleksi) terlebih dahulu. 

Dari awal saya sudah yakin kalau saya pasti diterima di SMP tersebut, mengingat hasil nilai ujian saya juga bagus bahkan diatas rata-rata.hehehe

Kalau ngga salah, dulu waktu ujian sekolah saya mendapat peringkat ke 2 tertinggi loh.mantappp kan. Setelah mengikuti test, singkat cerita saya diterima di sekolah tersebut. Alhamdulillah..

Setelah mulai masuk sekolah, awalnya saya minder dengan murid-murid lainnya, bagaimana tidak? Saya masih ingat betul waktu pertama kali masuk, saya mendapat bagian duduk di kelas 7B dengan wali kelas Ibu Anis yang juga guru agama saya waktu itu.

Kelas 7 ada 9 kelas yaitu 7A s.d. 7I. Yang membuat saya minder ialah khususon kelas 7A dan 7B itu biasanya diisi dengan murid-murid anak orang kaya semua, disisi lain juga cerdas pula.

Saya yang merasa anak orang ngga punya jadi minder dengan teman-teman lainnya. Karena saya dari awal sekolah sudah kurang umur juga, sampai SMP pun masih terbawa perasaan.haha kalau sekarang istilahnya baper.wkwk

Ya begitulah kenyataannya, seiring berjalannya waktu, kami semua semakin akrab saling sapa satu dengan yang lain. Bahkan, teman-teman kelas saya pada ngga percaya kalau saya itu paling muda sendiri usianya diantara 1 kelas itu. Mungkin 1 sekolahan pun saya masih termasuk murid paling muda sendiri.hahaha

Hari demi hari, bulan demi bulan, sampai naik ke kelas 8. Waktu itu saya dapat bagian duduk di kelas 8C dengan wali kelas Pak Sugiyono (Pak Gik). Karena banyak guru yang sama namanya, maka kami para murid sepakat untuk memanggil dengan nama Pak Kumis, mengingat kumisnya paling tebal sendiri diantara guru yang namanya sama.hahaha

Nah disini awal saya merasakan apa itu jatuh cinta, bagaimana rasanya jatuh cinta, walaupun orang lain bilang cinta monyet, tapi sungguh indah rasanya.wkwk

Saya diam diam suka sama cewek berparas ayu, berambut panjang warna item lurus, lurusnya pun alami, bukan karena hasil catok ataupun ribonding/smooting.hahaha

Sama sama asli wong ndeso, gaya bicaranya pun sangat kalem sekali, disitulah saya awalnya merasa jatuh cinta pada pandangan pertama. Begitu juga sebaliknya kurang lebih sama apa yang saya rasakan dan dia rasakan.

Dari awal masuk kelas 8 sampai mau naik kelas 9, kami pun semakin dekat. Bahkan untuk menembak pun masih susah sekali mengutarakan isi hati. Sama-sama pemalu sih.hahaha

Pada akhirnya, kami berdua pun sepakat untuk sebatas sahabatan saja (ngga lebih) karena kami sudah sama-sama nyaman dan tidak ingin saling berpisah. Hihihi lebayy

Ya begitulah cinta monyet gaes, ketika senang saling memuji, ketika lagi ribut saling mencaci. Makanya kami takut akan hal itu terjadi. Istilahnya kalau sahabatan kan ngga mungkin kita berantem sperti orang pacaran pada umumnya.hohoho

Jangankan pacaran seperti murid-murid lainnya, orang kuper seperti saya ini tidak pantas merasakan cinta, disaat yang lainnya sudah pegang hp masing masing, sms an sama pacarnya, telfonan sama doi nya, apalah yang bisa saya perbuat.hihihi

Oh iya gaes, saya bukan termasuk pribadi yang gampang melo loh, urusan cinta mah nomor sekian.hahaha songong ya, padahal kuper.wkwk

Karena saya dari kecil di didik keras oleh orang tua, keras disini maksudnya bukan mengarah ke penganiayaan loh, ntar saya di somasi lagi sama ortu gara gara posting beginian.wkwk

Keras disini dalam arti jika menginginkan sesuai, maka harus kerja keras bagaimanapun caranya. 

Ceritanya begini, saya pikir sudah kelas 8, waktunya nanti ada acara Study Tour di Jakarta. Dalam hati saya, kalau hanya mengandalkan uang saku dari ortu, kapan saya bisa punya HP seperti teman teman lainnya?

Nah disitu saya mulai berpikir bagaimana ya agar bisa cepat kumpulin uang buat beli HP, kan saya juga ingin sekali seperti mereka.

Pernah sekali minta sama ortu, minta dibelikan hp, dan seketika itu juga ortu bilang kalau mau dibelikan hp bisa nanti, tapi nanti tidak boleh sekolah lagi karena ortu bilang uang untuk bayat sekolah buat beli hp saja.

Seketika itu saya langsung bilang ngga jadi minta hp. Karena impian saya ingin sekolah setinggi mungkin.

Selama ke sekolah, saya berangkat dari rumah jam 06.00 WIB pagi dan sampai di sekolah sekitar jam 06.30 WIB. Setengah jam kurang lebih karena saya waktu itu naik sepeda.hahaha

Ada 2 jalur yang biasa saya lewati yaitu jalur umum lewat jalan raya, dan jalur khusus lewat tengah sawah (jalur khusus kalau musim panas tiba), selain lebih dekat juga lebih cepat sampai sekolah.wkwk

Singkat cerita sebelum masuk bulan Ramadhan, saya melihat disekitar sawah ditanami buah (Blewah) kami menyebutnya.

Setelah masa panen, banyak sekali pedagang pada datang, bahkan membawa truk untuk diangkut hasil panennya. Sekali dua kali saya sempatkan mampir ke sawah itu. Seperti mendapat lampu ijo, sang pemilik sawah pun memanggi saya

"Le, ngapain disitu? Sini mampir, makan blewah dulu" kata pak de itu.

"Boleh pak?" Teriak saya dari jauh

"Iya boleh, ambil saja kalau mau, bawa pulang buat oleh oleh dirumah" sahutnya pak de itu

"Saya minta sath ya pak?" Kataku lagi

"Ambil aja yang banyak, gpp.. kan habis di panen jadi daripada ngga kemakan busuk nantinya mubadzir" kata pak de itu

"Okey pak!" Dalam hati saya, lumayan nih kalau tiap hari begini.hahaha

Nah disitulah awal mula otak bisnis saya muncul.haha
Kan sebentar lagi bulan puasa, blewah ini kan laris banget kalau di bulan puasa. Kebetulan nih, kalau dijual lagi untung banyak nih saya.wkwk

Sawahnya pak de itu cukup luas, bahkan kata pak de kalau habis di panen itu masih banyak banget yang sisa (mungkin sengaja diambil yang bagus dan ukurannya gede kali ya) 

Disisi lain, buah yang masih kecil belum matang juga masih banyak. Disitulah saya tiap ke sekolah bawa karung beras dan hampir tiap hari saya pulang sekolah mampir ke sawah tersebut.

Setiap pulang bawa 1 karung blewah kan lumayan kalau di jual. 1 blewah saya kasih harga 500 rupiah dan 1 karung kurang lebih ada 50 buah.lumayan kan..hehe

Pemilik sawah juga ga masalah kalau tiap hari saya ambil sisa panennya itu. Awalnya pak de bertanya, buat apa sih kok tiap hari ambil sebanyak itu? Aku bilang aja buat buka puasa bikin es buah, sisanya saya jual lagi.hahaha

Dasar kecil-kecil sudah pinter cari duit, kata pak de itu. Aku hanya bisa tertawa.hahaha

Disitulah saya mulai ngumpulin uang hasil jualan blewah, pada akhirnya uang sudah ngumpul, kalau ngga salah waktu itu ngumpul 150rb dan saya belikan hp nokia 1200. 

Suatu kebanggaan tersendiri bagi saya bisa memiliki hp pertama hasil jerih payah sendiri, dan saya pun ngga lagi merasa malu ataupun minder sama temen temen lainnya, walaupun hp yang saya miliki mungkin hp terjadul diantara semua teman saya. Tapi saya merasa puas dan bangga.

Sampai pada akhirnya kami naik ke kelas 9. Waktu itu saya duduk di kelas 9G dengan wali kelas Ibu Sus Setyaningtyas yang juga mengajar matematika di kelas saya.

Guru sekaligus wali kelas yang paling kalem, ramah dan tidak bisa marah sama murid, selain masih muda dan bisa dibilang cantik juga, beliau lebih sering duduk terdiam bahkan sampai nangis melihat anak didiknya susah diatur.

Maklum, kelas 9 waktu itu pada ndablek semua.wkwk bisa dibilang kelasku paling celelekan sendiri diantara kelas yang lain, mengingat ruang kelas yang paling jauh sendiri, paling pojok sendiri, bahkan tak terlihat dari ruang guru.haha

singkat cerita kami sudah sama-sama lulus dari SMP. Pada waktu sebelum acara lulusan, kami berdua sempat bertemu dan saling curhat. 

Awalnya dia ngga mau cerita mau lanjut kemana setelah lulus. Setelah saya bilang kalau saya ingin lanjut ke SMA, tepatnya ke SMA N 1 Kradenan, dia pun seketika itu hanya terdiam dan membisu.huhuhu kan alayy lagi jadinya.hihihi

Setelah melalui berbagai proses pendekatan, akhirnya dia mau cerita juga. Sebenarnya ada 2 pilihan sih dianya, antara lanjut ke SMA (keinginannya) dan mungkin ikut ortu nya ke luar kota dan langsung kerja (ikut membantu kebutuhan orang tuanya).

Dalam hati saya ikut terharu juga mendengar ceritanya, sampai akhirnya acara lulusan tiba, sampai ijazah keluar pun saya sudah tidak melihat dia lagi. Bahkan untuk memberi kabar pun tidak sempat. Hilang seketika bagai ditelan bumi.uhuhuhuhuh

Dalam hati saya bertanya, apa mungkin dia kerja, masa ngga lanjut sekolah, masa dia milih kerja daripada sekolah, masa sih dia beneran kerja. Dilema banget ya gaes.hihihi

Sampai akhirnya saya masuk di SMA N 1 Kradenan, yang akan saya ceritakan pada episode selanjutnya




(Next.. Part IV, Part V, .... dst, sampai nanti berlanjut terus, biar seperti sinetron.hahaha)

0 Response to "[ BON VOYAGE ] Perjalanan yang Menyenangkan (Sampai Jadi Perwira) Part III"

Post a Comment

Demi kenyamanan bersama, dimohon berkomentar dengan kata-kata yang baik dan sopan. Mohon maaf, komentar yang berisi "link aktif" akan auto detected spam.

Jika tulisan ini layak untuk disebarluaskan, silahkan bagikan ke semua teman-teman sosial media baik manual (share link) atau dengan klik tombol bagikan yang sudah saya sediakan dibawah bagian akhir setiap tulisan.

Salam Satu Sea
"Di laut kita jaya, di darat kita berkarya"
Bravo - Pelaut Indonesia

Terima kasih

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel