Kakekku Pahlawanku - Cerita Bulan Agustus HUT RI 73 Indonesia Merdeka

Kakekku, Pahlawanku

Inilah cerita awal bulan Agustus 2018 bertepatan HUT RI ke 73 Indonesia Merdeka


Selamat pagi semuanya..

Rabu, 1 Agustus 2018.
Alhamdulillah, Hari ini adalah hari yang sangat bersejarah, mengapa bisa begitu?? 

MERDEKAAAAA

Ya benar, karena dalam rangka memperingati HUT RI ke-73, maka kita sebagai warna Negara Indonesia yang baik, sebagai generasi penerus bangsa, kita wajib bangga atas apa yang telah dilakukan oleh para Pahlawan kita dahulu yang rela berkorban jiwa dan raga, bertumpah darah demi untuk mempertahankan Negara kita ini.

Untuk menghargai jasa para Pahlawan kita yang telah gugur dalam membela Negara, marilah kita sejenak menundukkan kepala, mengheningkan cipta, mendoakan para Pahlawan kita, berdoa kepada Sang Pencipta menurut Agama dan kepercayaan masing-masing..

"Mengheningkan cipta.. mulai...."
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Hening cipta... selesai..

Terima kasih sebelumnya sudah meluangkan waktunya mendoakan para Pahlawan kita.

Sebagai generasi penerus bangsa, ayok kita sama-sama mengucap saya syukur alhamdulillah, karena sampai detik ini masih diberi kesehatan, saya percaya kalau sobatt semua yang saat ini membaca tulisan saya dalam keadaan sehat walafiat, dan untuk sobat yang kurang sehat, semoga setelah selesai membaca tulisan ini akan segera lekas diberi kesembuhan. Amin.

Kembali ke topik utama yaitu mengenai HUT RI ke 73, ayok kita sama-sama merayakan kemenangan. Lalu apa yang harus kita lakukan?? 

Ya tentunya banyak sekali hal-hal yang bisa kita lakukan. Seperti yang rutin saya lakukan pada setiap awal bulan Agustus, di kampung saya semua warga diwajibkan untuk mengibarkan bendera merah putih di depan rumah masing-masing.

Pengibaran bendera merah putih dimulai tanggal 1 Agustus s.d. 31 Agustus. Hal itu sudah menjadi kegiatan rutin setiap 1 tahun sekali di bulan Agustus.

Sebenarnya tidak cuma bendera merah putih saja, tetapi ada satu lagi bendera yang dikibarkan, kalau di kampungku menyebutnya "Umbul-umbul".

Umbul-umbul itu sendiri mempunyai banyak makna, intinya yaitu sama dengan bendera, ya bendera seperti pada umumnya, tetapi yang membedakan disini adalah umbul umbul mempunyai beraneka warna, dipasang memanjang ke atas serta meruncing pada ujungnya. Biasanya dipasang untuk memeriahkan suasana dan untuk menarik perhatian.

Saya rasa makna umbul umbul ini semuanya sama saja, baik di darat, di laut maupun di udara. Saya yang kebetulan berprofesi sebagai pelaut, di laut pun juga ada umbul umbul, kalau di kapal namanya bendera isyarat. Sesuai namanya, bendera insyarat fungsinya juga untuk memberikan isyarat serta digunakan untuk berkomunikasi antar kapal.

Seiring berkembangnya jaman yang semakin modern dan alat-alat komunikasi semakin canggih, maka bendera isyarat pun sudah jarang digunakan di atas kapal.


Oh iya, tadi pagi-pagi saya bangun sekitar 04.30 WIB, Seperti biasanya saya bangun untuk sholat subuh. Selesai sholat, saya melihat kakek saya sudah ada di depan rumah. Saya lihat beliau sedang sibuk menyiapkan tiang bendera sambil membawa linggis (istilah jawa untuk sebuah alat dari besi dengan ujung yang runcing dan beratnya juga lumayan, sebagai alat untuk menggali/mencongkel sesuatu yang berat dengan panjang bervariasi, biasanya antara 50cm - 150cm).

"Lagi apa mbah?" Tanyaku
"Ini lagi nyiapin tiang bendera, tanggal 1 Agustus gek ndang disiapke benderane ndang dipasang" begitu jawabnya.

Sedikit gambaran, kakek saya bernama Salim, usianya kurang lebih 83 th. Sungguh usia yang bisa dibilang sudah tua banget dan Alhamdulillah di usianya yang sudah tua, sampai saat ini masih diberi kesehatan serta masih segar bugar.

Dari kakek lah saya termotivasi sehingga sampai saat ini semangat saya masih berkobar membara.wkwkwk

"Ini mbah bendera sama umbul-umbul sudah saya siapkan semalam" kataku kepada kakek sambil membawa bendera.

"Ya taruh kursi depan rumah, aku arep nduduk lemah sek nggo nancepke bambu iki" sahutnya.

"Sini tak bantu mbah" saya menghampiri kakek dan membantu memasang umbul-umbul dan bendera merah putih di depan rumah kita.

Disela-sela itu, kakek bercerita sedikit mengenai pengalaman di jaman dulu ketika Indonesia belum merdeka, beliau masih umur remaja. Intinya beliau bersyukur bisa hidup sampai sekarang, mengingat perjuangan jaman dulu begitu sadis dan kejam para penjajah itu menindas bangsa kita.

Marilah kita belajar menghargai jasa para Pahlawan kita yang rela bertaruh nyawa demi Negara Indonesia Tercinta ini.

Tidak usah muluk-muluk, banyak hal yang bisa kita lakukan kok, contoh dari hal yang kecil dulu, cukup melakukan hal-hal yang ringan saja seperti apa yang telah dilakukan kakek saya tadi, dan masih banyak lagi.

Contoh lainnya biasanya di bulan Agustus seperti diadakannya acara lomba-lomba antar RT/RW atau antar desa seperti lomba panjat pinang, lomba makan kerupuk, lomba memasukkan kelereng, lomba joget bola, joget jeruk, balap karung, voly, sepak bola, main bola pakai sarung dll.

Semua itu bisa kita lakukan untuk memperingati HUT RI ke 73 yang akan datang. Tetap jaga semangat kita
MERDEKA ! MERDEKA !! MERDEKA !!!


Singkat cerita, selesai memasang umbul-umbul dan mengibarkan bendera merah putih, kami berdua melanjutkan ngobrol di depan rumah, duduk di kursi dinpagi hari menikmati udara segar, bercerita mengenai sejarah Indonesia sambil menikmati secangkir kopi hitam dan menghisap sebatang S***A PRO. 
Syahdu sekali cuy rasanya..

1 Response to "Kakekku Pahlawanku - Cerita Bulan Agustus HUT RI 73 Indonesia Merdeka"

  1. Railway Recruitment Board is one of the major employment generating source in the country. Following the trend, the Railway Board has announced about one lakh vacancies for the different posts and around 1.2 crores candidates have applied for the same.

    ReplyDelete
Demi kenyamanan bersama, dimohon berkomentar dengan kata-kata yang baik dan sopan. Mohon maaf, komentar yang berisi "link aktif" akan auto detected spam.

Jika tulisan ini layak untuk disebarluaskan, silahkan bagikan ke semua teman-teman sosial media baik manual (share link) atau dengan klik tombol bagikan yang sudah saya sediakan dibawah bagian akhir setiap tulisan.

Salam Satu Sea
"Di laut kita jaya, di darat kita berkarya"
Bravo - Pelaut Indonesia

Terima kasih

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel