Cinta Ayah Kepada Anak Perempuannya

Cinta Ayah Kepada Anak Perempuannya - Tulisan ini saya buat untuk semua anak perempuan, khususnya untuk adik perempuan saya.

STIE Bank Jateng Semarang

Seiring berjalannya waktu, seorang anak perempuan yang sudah tumbuh dewasa terutama anak perempuan yang saat ini bekerja jauh dari orang tua, anak perempuan yang mungkin sudah menikah dan ikut suami tinggal di luar kota atau anak perempuan yang saat ini masih sekolah/kuliah di luar kota jauh dari rumah orang tuanya akan sering merasa kangen kepada ibunya.

Mengapa demikian?

Lalu bagaimana dengan Ayah?
Apakah tidak kangen juga dengan Ayah? Atau sebaliknya?

Beberapa diantara kalian anak perempuan, mungkin lebih sering dekat dengan Ibu daripada Ayah. Hal itu bisa terjadi karena mungkin kebiasaan dari kecil anak perempuan yang tidak jauh dari sifat manja, apa apa selalu ke Ibunya.

Saat kalian sedang berada jauh dari orang tua, mungkin karena Ibu lebih sering menanyakan kabarmu disana, bahkan setiap hari tanpa merasa bosan selaku menelponmu, kirim pesan via sms, via whatsapp atau sosial media lainnya, tanpa kamu tahu sebenarnya bahwa Ayah lah yabg mengingatkan Ibu untuk menanyakan kabarmu disana.

Masih ingatkah dulu waktu kamu masih kecil?

Ibu yang lebih sering menggendongmu, mengajakmu kesana kemari, bercerita apa saja yang bisa membuatmu tersenyum, tertawa riang gembira.

Tapi.. Tahukah kamu bahwa saat Ayah pulang kerja, dengan kondisi tubuh yang lelah, letih, capek oleh kerjaan, saat pertama kali sampai rumah selalu menanyakan kepada Ibu bagaimana kabarmu?, bagaimana keadaanmu?

Masih ingatkah kamu, ketika kamu masih kecil dan baru belajar untuk berjalan. Ayah selalu mengajari putri kesayangannya untuk berjalan, memegang tanganmu dengan penuh kehati-hatian, ketika Ayah menganggapmu sudah mulai bisa, maka Ayah akan melepaskan pegangan tangannya agar kamu bisa berjalan sendiri.

Kemudian Ibu bergegas memegangmu, seakan takut kamu terjatuh, Ibu bilang kepada Ayah "Jangan dulu dilepas Yah, Ibu takut putri kita terjatih dan terluka"

Sadarkah kamu, bahwa Ayah dengan penuh keyakinan mrlepasmu dari pegangan tangannya saat kamu mulai bisa berjalan, Ayah tetap memperhatikanmu, menatapmu, menjagamu dengan seksama karena Ayah tahu putri kebanggaannya pasti bisa.

Ingatkah Kamu?
Pada saat masih belia, kamu merengek, menangis meminta dibelikan mainan baru, ketika itu Ibu menatapmu iba dan Ayah dengan tegas berkata "Jangan sekarang, kita beli nanti"

Mungkin, Ayah melakukan itu semua karena Ayah tidak ingin melihat anak perempuannya menjadi anak yang manja, karena apapun setiap permintaannya langsung diturutin.

Ingatkah kamu saat kamu jatuh sakit?

Ayah yang selaku khawatir akan keadaanmu, saking khawatirnya Ayah bahkan memarahimu, sedikit membentakmu dengan nada tegas sembari berkata "Sudah Ayah bilang, kamu jangan banyak minum es, pokoknya mulai sekarang tidak boleh minum es, apapun yang dingin. Jangan!"

Berbeda dengan Ibu yang mungkin akan menasehatimu dengan bahasanya yang lembut, tapi ketahuilah bahwasanya Ayah melakukan itu demi kebaikanmu, Ayah benar-benar mengkhawatirkanmu.

Hari berganti bulan, bulan berganti tahun, kini saatnya kamu beranjak remaja, masih ingatkah kami ketika kamu mulai berani menuntut Ayah untuk ijin keluar malam? Seketika itu Ayah berkata tegas untuk tidak mengijinkanmu keluar malam.

Tahukah kamu bahwa Ayah lagi-lagi akan menolak tegas. "Tidak boleh!!" kata Ayah. Lalu kamu marah kepada Ayah, masuk kamar sambil membanting pintu, tidak lama kemudian Ibu datang menghampirimu, membujukmu, menasehatimu agar tidak marah lagi.

Tahukaj kamu mengapa Ayah melarangmu untuk keluar malam? Sadarkah kamu, bahwa saat itu Ayah memejamkan matanya, menahan gejolak didalam hati bahwa sebenarnya Ayah ingin sekali menuruti permintaanmu itu, akan tetapi tugas Ayah yang harus menjagamu dan mungkin saat itu belum waktunya kamu mengenal dunia luar, apalagi dunia malam yang berpotensi sangat merugikan dirimu.

Ketika mulai ada seeorang pria yang sering menelponmu, sering menanyakan kabarmu atau bahkan sering datang kerumah menemuimu, Ayah akan memasang wajah paling cool sedunia, Ayah mungkin sesekali menguping pembicaraanmu dengan pria itu

Sadarkah kamu, kalau hati Ayah saat itu merasa cemburu?. Saat Ayah mulai mempercayaimu, Ayah akan melonggarkan sedikit peraturan untukmu, Ayah akan mulai mengijinkanmu untuk keluar rumah.

Tahukah kamu saag kamu sudah keluar rumah apa yang dilakukan Ayah saat itu?
Ayah hanya bisa duduk terdiam di ruag tamu, menunggumu pulang dengan perasaan penuh kekhawatiran. Rasa cemas berlarut ketika melihatmu pulang telat, kamu mengingkari janji danmelanggar janji untuk pulang tepat waktu tidak sampai larut malam.

Saat itu, Ayah marah kepadamu. Hal yang ditakutkan Ayah benar-benar terjadi. Sadarkah kamu bahwa hal itu yang sangat ditakutkan Ayah bahwa sebentar lagi putri kecil kesayangan Ayah akan pergi meninggalkan Ayah.

Saat kamu lulus SMA, Ayah akan sedikit memaksamu untuk melanjutkan kuliah, agar kamu menjadi seorang Sarjana kelak. Ketahuilah bahwa itu semua dilakukan Ayah untuk kebaikanmu, untuk bekal masa depanmu nanti. Apa pun keputusanmu, apa pun keinginanmu Ayah akan tetap mendukungmu walau pilihanmu tidak sesuai dengan keinginan Ayah.

Saatnya kamu menjadi gadis dewasa dan kini harus pergi meninggalkan rumah, pergi ke luar kota melanjutkan sekolahmu, dengan berat hati Ayah akan melepasmu.

Tahukah kamu, saat itu mungkin Ayah tarasa kaku untuk memelukmu, berbeda dengan Ibu yang mungkin memelukmu dengan erat sebelum pergi meninggalkan rumah. Sebenarnya Ayah ingin sekali menangis seperti Ibumu sambil memelukmu erat.

Ayah hanya bisa terdiam sambil mengusap sedikit air mata di sudut matanya sambil berkata "Jaga dirimu baik-baik ya nak?"

Sadarkah kamu, ketika kuliahmu sudah berjalan, ketika kamu butuh biaya untuk uang jajan, biaya semesteran dll, orang pertama yang tanggap merespon itu adalah Ayah.

Ayah akan berusaha keras agar permintaanmu itu segera terpenuhi seperti teman temanmu yang lain, bukan lagi permintaan untuk dibelikan mainan baru waktu kecilmu, yang waktu itu Ayah bilang bahwa tidak sekarang, nanti Ayah belikan. Pada saat itulah Ayah merasa gagal membuat putrinya tersenyum.

Saat kamu diwisuda nanti sebagai seorang Sarjana, Ayah adalah orang pertana yang merasa bangga dengan dirimu, Ayah dan Ibu akan berdiri disampingmu menyaksikanmu dilantik menjadi seorang Sarjana. Ayah dan Ibu bangga terhadapmu, melihat putri kecilnya tidak manja, tumbuh menjadi dewasa dan berhasil sukses menyelesaikan study nya.

Sampai nanti kelak ada seorang teman lelakimu datang ke rumah dan meminta ijin untuk meminangmu, Ayah akan sangat berhati-hati memberikan ijin. Karena Ayah tahu bahwa lelaki itu lah yang akan menggantikan posisinya nanti untuk menjagamu kelak.

Ketika datang masanya nanti, kamu akan duduk dipelaminan bersama lelaki pilihanmu, lelaki yang kiranya pantas untuk menggantikan posisi Ayah, ketahuilah bahwa Ayah saat itu akan merasa gembira dan mungkin saat iti juga Ayah akan pergi ke belakang sebentar dan mungkin Ayah menangis.

Ayah menangis bukan bersedih, melainkan bahagia karena Ayah telah selesai melaksanakan tugasnya merawatmu, menjagamu dari kecil hingga tumbuh dewasa dan menemukan pendamping hidup yang akan menjagamu, mencintaimu, menyayangimu seperti cinta Ayah kepadamu.

Setelah itu, Ayah dan Ibu akan menunggu, senantiasa menunggu kabar darimu, menunggu kedatanganmu berharap kamu menjenguk Ayah dan Ibu bersama suamimu dan cucu-cucunya yang lucu.

Ayah, Bapak, Abah atau Papa kita adalah seseorang yang harus terlihat KUAT dalam situasi apapun. Meskipun Ayah tidak kuat menahan tangis, Ayah harus terlihat TEGAS dan tegar bahkan saat Ayah ingin memanjakanmu.

Ayah adalah orang pertama yang selalu yakin bahwa KAMU BISA, KAMU HARUS BISA dan KAMU PASTI BISA.

------
Ditulis di - Lae, PNG
Oleh : Soma Arna
Jumat, 24 April 2020 - 09.48 LT

0 Response to "Cinta Ayah Kepada Anak Perempuannya"

Post a Comment

Demi kenyamanan bersama, dimohon berkomentar dengan kata-kata yang baik dan sopan. Mohon maaf, komentar yang berisi "link aktif" akan auto detected spam.

Jika tulisan ini layak untuk disebarluaskan, silahkan bagikan ke semua teman-teman sosial media baik manual (share link) atau dengan klik tombol bagikan yang sudah saya sediakan dibawah bagian akhir setiap tulisan.

Salam Satu Sea
"Di laut kita jaya, di darat kita berkarya"
Bravo - Pelaut Indonesia

Terima kasih

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel