Mudik? Bang TOYIB vs Covid-19

Mudik? Bang TOYIB vs Covid-19

Alhamdulillah..
Bakal ngerasain lebaran dilaut lagi tahun ini 😊

Tp aku bukan bang Toyib yang sudah 3x puasa 3x lebaran berturut2 tak kunjung pulang.haha


Sedih?
Siapa sih yang nggak sedih..
Setelah sekian lama pergi meninggalkan rumah untuk bekerja, mengadu nasib di tanah perantauan, jauh dari rumah, bahkan jauh dari daratan.

Saat sudah selesai kontrak kerja, waktunya untuk pulang ke kampung halaman dan sangat terpaksa tidak bisa pulang karena situasi dan kondisi Pandemic Covid-19 yang belum mereda.

Planning awal yang sudah saya rencanakan jauh sejak awal keberangkatan, saya terima tawaran kerja yang pada saat itu mendekati lebaran H-2 saya putuskan untuk berangkat agar selesai kontrak tepat waktu dan bisa pulang ke kampung halaman sebelum lebaran, kini semuanya telah sirna, telah hancur berantakan bak runtuhnya susunan ikan-ikan yellowfin besar yang sudah dengan susah payah saya susun rapi sedemikian rupa di dalam palka nomor satu yang panjangnya sebelas duabelas dengan lebar lapangan sepak bola.hahaha

Tapi, siapa sangka bakal ada wabah seperti ini? Kita manusia hanya bisa berencana, selebihnya Allah yang akan mengatur segala sesuatunya.

Kebijakan dari Perusahaan mengatakan bahwa untuk mengatisipasi penyebaran covid-19, agar crew kapal yang sudah menyelesaikan kontrak kerja bulan ini tidak bisa kembali ke Negaranya masing-masing dan kontrak akan diperpanjang sampai waktu yang tidak ditentukan. Untuk crew yang telah menyelesaikan masa tugasnya dan tetap diatas kapal, maka akan ada tambahan gaji/bonus tiap bulannya yang akan diterima pay onboard.

Maka nikmat mana lagi yang kau dustakan?
Sudah habis masa kerja, disuruh tetap diatas kapal, ada tambahan gaji lagi tiap bulan.wkwk

Saya rasa kebijakan dari perusahaan sudah tepat untuk memutus mata rantai pergerakan si covid ini. Mengingat crew kapal sebelah sudah banyak yang terkena dampak covid dikarenakan nekad tetap kirim crew yang rata2 datang dari berbagai negara.

Bayangkan saja, jika ada 1 crew saja datang dari luar, ruang lingkup kita yang bisa dibilang sangat terbatas diatas kapal, jika crew baru naik dan tidak sengaja membawa virus yang mungkin sebelum berangkat sudah tes kesehatan (medical check up) dan dinyatakan fit, kita tidak tahu selama perjalanan apakah tetap aman dan terjaga dari paparan virus?

Mencegah lebih baik daripada mengobati. Kita harus mengedepankan "Safety First". Untuk itu patuhilah peraturan yang ada. Jangan sok jadi orang kebal atau sok kuat atau apalah itu.

Mungkin keberuntungan bagi mereka yang nekat, bandel, ndablek, daglek atau apalah itu gelar yang patut diberikan untuk mereka yang suka melanggar aturan.

Yang jelas, peraturan dibuat karena adanya sebab-akibat. Sebagai warga negara yang baik, alangkah baiknya mematuhi tata tertib aturan yang berlaku.

Apalagi baru terdengar berita bahwa negara Vietnam berhasil dan sukses dalam mengatasi covid-19.
Mengapa demikian?
Pendapat pribadi saya, karena warga negaranya sangat patuh dan taat kepada pimpinannya.

Bisa diambil pelajaran dari mereka.
Jikalau mereka bisa, mengapa kita tidak?
Apa yang salah?
Ada apa dengan Indonesia?
Silahkan renungkan sendiri
Tidak perlu saling menyalahkan
Tidak perlu saling membenarkan

Pertanyaan yang terakhir,
Sudahkah kita berbuat baik untuk Negeri kita?
Sea Pearl 1, Anchorage

Salam Rahayu dari Lae - PNG
Semoga lekas membaik Negeriku Indonesia
🙏😊🙏

------
#tetapdikapal
#stayonship
#quarantine
#tidakmudik
#tidakpulangkampung

0 Response to "Mudik? Bang TOYIB vs Covid-19"

Post a Comment

Demi kenyamanan bersama, dimohon berkomentar dengan kata-kata yang baik dan sopan. Mohon maaf, komentar yang berisi "link aktif" akan auto detected spam.

Jika tulisan ini layak untuk disebarluaskan, silahkan bagikan ke semua teman-teman sosial media baik manual (share link) atau dengan klik tombol bagikan yang sudah saya sediakan dibawah bagian akhir setiap tulisan.

Salam Satu Sea
"Di laut kita jaya, di darat kita berkarya"
Bravo - Pelaut Indonesia

Terima kasih

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel