[Pengalaman] Join di Kapal Cargo Reefer

Kapal Cargo Reefer yang menyeramkan???

Kerja kuli bagaikan RODI???



Sore ini saya akan sedikit bercerita mengenai pengalaman saya bisa naik di kapal Cargo Reefer. Berteman dengan segelas susu Sunshine yang baru saja ku seduh dengan air panas, yang baru saja ku beli kemarin titip sama orang perahu di Papua Nugini.

Mengingat masih pandemi Covid-19, semua lockdown, termasuk Papua Nugini. Untuk itu seluruh crew kapal tidak diperbolehkan untuk ke darat, bahkan hanya sekedar berbelanja pun tidak diperbolehkan. Peraturan setempat mengharuskan agar crew kapal stay at ship (work from ship).

Oke.. Mari kita awali cerita ini. Mohon ijin untuk seruput susu dulu biar agak relax dan lebih nyaman bercerita.hahaha
Doc. Anchorage at Pohnpei, Micronesia

Bermula ketika saya telah menyelesaikan pemberkasan ijazah, kalau nggak salah sekitar bulan September ijazah profesi Ahli Nautika Tingkat III (ANT III) saya sudah keluar fisiknya beserta online di situs Dephub. Ketika saat itu juga, saya langsung bergegas prepare untuk berangkat ke Jakarta mengambil ijzaha saya di STIP Jakarta.

Oh iya.. sebelumnya saya sudah berbagi mengenai proses pemberkasan di STIP Jakarta
Untuk kawan-kawan yang belum tahu bisa langsung cek disini 👇👇👇

Syarat pemberkasan di STIP Jakarta

Singkat cerita, saya sampai di Jakarta. Berhubung saya tidak ada tempat tinggal di Jakarta, saya memutuskan untuk tinggal di Mess Alumni, tepatnya di Mess CAA, Pisangan Timur, Jakarta Timur, belakang kantor Bea Cukai.

Setelah keesokan harinya, saya bergegas menuju ke STIP Jakarta untuk mengambil ijazah profesi saya. Setelah antri seharian, akhirnya berhasil juga perjuanganku selama ini yang saya tunggu-tunggu. Setelah sekian lama, terbayar sudah perjuanganku, kini ijazah profesi yang saya idam-idamkan akhirnya sah menjadi milikku. 

Selanjutnya saya bergegas untuk kembali ke Mess karena hari itu sudah sore. Sesampainya di Mess, saya siapkan berkas-berkas beserta CV saya buat untuk mulai besok pagi mecoba melamar di Perusahaan Pelayaran yang ada di Jakarta.

Planning saya

Hari pertama ini saya menuju ke kantor Pertamina, Plumpang, karena saran dari Captain saya waktu prala, agar langsung kembali melapor ke kantor setelah ijazah jadi. Tanpa mikir panjang, sekitar pukul 06.30 LT saya jalan kaki menuju halte busway, mengingat tidak terlalu jauh jarak dari Mess ke halte, kurang lebih 20 menit jalan kaki sudah sampai di halte.

Dengan modal yang mantap, berkas semua lengkap, termasuk surat rekomendasi jabatan sebagai mualim junior dari Nakhoda MT. Mangun Jaya (Capt. Fitra Juanda T) yang saya dapatkan selama praktek di kapal milik pertamina, dengan penuh keyakinan bahwa pasti akan langsung diterima bekerja di Pertamina.

Setelah saya sampai di kantor Pertamina, saya bertemu dengan senior saya angakatan 34 yang kebetulan beliau bekerja di kantor. Kurang lebih 1 jam saya berbicang-bincang dengan beliau, serasa mendapat angin segar bahwa dalam waktu dekat ini akan dibuka recruitment untuk perwira junior dengan syarat minimal berpengalaman di kapal tanker selama 12 bulan (termasuk pengalaman cadet) harus dan wajib exp.tanker yang dilengkapi dengan sertifikat pendukung tanker seperti BOCT dan AOT. 

Setelah mendapatkan informasi tersebut, beliau menyarankan agar saya standby menunggu info selanjutnya begutu sudah dibuka recruitment, agar saya dengan segera melamar kembali via email.
Dalam hati saya, tidak mungkin saya bergantung di satu perusahaan saja. Mengingat banyaknya perusahaan perusahaan pelayaran di Jakarta ini, saya memutuskan untuk lanjut mencari pekerjaan. Berhubung hari masih pagi, saya memutuskan untuk lanjut ke daerah Priok, karena disana banyak perusahaan pelayaran yang bisa lamar dan apply cv.

Kurang lebih satu minggu saya sebar surat cinta di daerah Priok dan belum membuahkan hasil. Mengingat ijazah saya masih baru, bisa dibilang masih basah stampelnya, ditambah belum ada pengalaman untuk jabatan yang sama sebagai perwira diatas kapal, disitulah sebagian crewing yang saya jumpai di kantor yang mungkin tidak bisa menerima saya bekerja sebagai officer on board karena dianggap masih pemula dan belum berpengalaman.

Minggu ke-dua 

Saya memutuskan untuk sebar surat cinta di daerah kuningan, karena disana juga banyak perusahaan pelayaran. Seperti sebelumnya, belum membuahkan hasil dan lagi dan lagi respon pertama saat bertemu dengan crewing dengan alasan yang sama, sementara cv saya terima ya mas, nanti kalau ada info saya pasti hubungi ke nomor hp yang tercantum di cv. 

Begitulah kiranya nada yang halus serta masih enak di dengar telinga, walaupun saya sudah mengerti bahwa secara tidak langsung perusahaan perusahaan yang pernah saya lamar tidak dapat menerima saya karena masih fresh graduate.

Oh iya, target saya dalam sehari minimal ada 10 surat cinta yang saya apply di perusahaan pelayaran, baik itu perusahaan BUMN maupun perusahaan swasta. Semua saya pukul rata karena keyakinan saya, masak iya dalam seminggu sekitar 50 cv aja tidak ada yang nyangkut sama sekali, pikir saya dalam hati.

2 minggu sudah saya rutin sebar cv setiap hari berangkat pagi, dengan mengandalkan transportasi busway pada waktu itu, karena saya tidak ada motor di jakarta. Setiap pagi keliling Jakarta, mondar mandir kesana kemari, bermodalkan jalan kaki dari perusahaan satu ke perusahaan lainnya, mengingat hemat biaya juga hitung-hitung olahraga biar sehat ya kan..

Kan waktu pendidikan sudah terbiasa long march, bukan hal biasa lagi ketika harus jalan kaki jauh, pikir dalam hati saya pendidikan jalan jauh bawa beban batako dalam tas saja kuat, masal iya ini cuma jalan kaki bawa berkas doang yang beratnya tidak sebanding dengan beratnya batako dalam tas waktu binafital.hahahaha

Hari berganti minggu, Minggu berganti bulan

Tidak terasa sudah 3 bulan saya di Jakarta, yang boleh ditotal sekitar 600 lembar surat cinta sudah saya lamar ke perusahaan-perusahaan, baik itu di daerah Jakarta Timur, Jakarta Utara, Jakarta Selatan, Jakarta Barat, bahkan hampir semua perusahaan pelayaran yang ada di Jakarta sudah saya masukin surat cinta. karena sabtu, minggu saya terpaksa meliburkan diri untuk rehat di Mess, terpaksa libur karena kantor pelayaran rata-rata hari sabtu buka setengah hari dan minggu libur.
[Pengalaman] Join di Kapal Cargo Reefer

Ya Allah, begitu sulitnya mencari pekerjaan di Ibu Kota ini. Harus dengan jalan apalagi Ya Allah agar Hamba ini bisa diterima bekerja sesuai kompetensi saya ini. Sudah 600 lembar cv saya apply ke perusahaan dan tak satu pun ada panggilan kerja untuk hamba. Bahkan tak ada satu pun kantor yang menelpon saya hanya untuk dipersilahkan datang ke kantor untuk test, interview atau setidaknya dikasih harapan untuk saya bisa bergabung di perusahaan.

Semua teman-teman saya hubungi, bahkan senior-senior saya mintakan info agar kiranya ada lowongan kerja untuk saya. Disitulah saya mulai sadar, bahwa tidak semua teman yang selama ini saya anggap baik mau menolong saya.

Bahkan ada beberapa teman yang mungkin relasinya banyak, sudah join di kapal yang notabene punya kenalan orang dalam atau apalah itu sebutannya, seakan-akan takut tersaingi hanya karena saya minta info alamat kantor atau contact person yang bisa saya hubungi saja tidak mau berbagi.

Disitulah saya merasa bahwa disaat saat sulit seperti ini, akan kelihatan siapa teman sejati yang sebenarnya, kalau istilah jawa “tonggo dadi dulur, dulur dadi tonggo” yang artinya tetangga bisa jadi sodara dan sodara bisa jadi tetangga atau orang lain.

Terima kasih untuk sodaraku seperjuangan yang ikut berjuang, memberikan semangat, dorongan untuk tetap semangat dalam mencari pekerjaan. Tidak mungkin saya sebut namanya disini, cukup saya dan mereka yang tau, khususnya rekan saya seangkatan, senior saya yang standby di Mess CAA pada waktu itu.

Bulan desember akhir, mengingat sebentar lagi tahun 2018 akan berakhir, dan berganti tahun yang baru. Saya memutuskan untuk pulang ke kampung halaman untuk bertemu dengan keluarga dirumah serta meminta doa restu dari kedua orang tuaku agar kiranya dipermudah segala urusanku.

Singkat cerita, saya mendapat informasi dari senior saya bahwa PT. Pertamina sudah open recruitment, beliau menyarankan agar semua dokumen saya baik ijazah, sertifikat maupun surat rekomendasi jabatan di scan dalam bentuk pdf kemudian segera untuk apply via email. Tanpa pikir panjang, saya pun segera apply lamaran saya ke email yang sudah dikirimkan ke saya, karena sebelumnya saya sudah siapkan dokumen dokumen dalam satu flashdisk dan siap untuk dikirim.

Kurang lebih satu minggu saya dirumah. Seperti biasa namanya hidup di kampung pasti ada satu dua orang bahkan lebih yang tidak mengenakkan. Ya tau sendirilah orang kampung itu seenaknya sendiri, kalau ngomong asal nyeloteh, itu mulut kayak nggak ada saringnya.hahaha 

Kenapa masih dirumah? Kok belum kerja? Bukannya udah wisuda ya? Kapan berlayar lagi? Mau berlayar kemana? Nggak bosen apa dirumah terus? Bla bla bla
Masih banyak lagi pertanyaan lainnya yang mungkin lebih menyakitkan telinga.

Saya jawab aja ya kan, masih betah dirumah kok, nanti kalau sudah bosen dirumah ya berangkat lagi berlayar ke Luar Negeri cari uang yang banyak.hahaha

Daripada harus dijawab panjang lebar yang ujung-ujungnya percuma juga saya menjelaskan kepada orang yang tak mungkin paham akan situasi saya. 

Singkat cerita, saya sudah berangkat lagi ke Jakarta. Rencana saya akan kembali sebar surat cinta lagi mulai daerah Ancol, sekalian saya mau berkunjung ke tempat sodara yang ada di dekat Ancol. Sekitar 2 minggu saya tinggal bersama sodara di rumahnya. Sembari menunggu info hasil recruitment dari PT. Pertamina, saya standby di rumah sodara sembari sebar surat cinta via email yang sebelum nya sudah saya rangkum di selembar kertas bolak balik.

Ada sekitar 100 email perusahaan pelayaran saya dapat. Satu per satu saya kirimkan lamaran. Saya lampirkan semua file lengkap dengan surat rekomendasi jabatan yang saya rasa sudah kuat untuk sebagai tanda bukti bahwa saya berkompeten untuk diterima bekerja sebagai Perwira diatas kapal.

Lagi dan lagi, kesabara saya benar-benar diuji waktu itu. Sekian banyaknya email yang saya kirimkan lamaran, tidak ada respon sama sekali. Saya tidak bisa berdiam diri lama-lama kalau begini caranya. Dalam hati saya, kasihan orang tua saya yang sudah berjuang habis-habisan menyekolahkan saya, bahkan jumlah biaya yang tidak sedikit sudah dikeluarkan sampai saya lulus kuliah.

Saya harus bisa membuktikan omongan mereka yang sempat melukai telinga dan hati saya. Saya harus segera bangkit dan lebih giat lagi untuk menyebar surat cinta ke perusahaan lainnya.

Target saya, tahun baru ini, di awal tahun ini, saya harus dapatkan pekerjaan. Saya harus segera membanggakan kedua orang tua saya. Saya harus secepatnya memberikan kabar gembira kepada mereka, bukan kabar uang jajan menipis setiap akhir bulannya..

Ya Allah.., permudahkanlah urusan hamba ini dalam mencari pekerjaan, bukakanlah pintu rejeki hamba.

Saya tidak mungkin berlama lama di temoat sodara, disisi lain saya merasa jadi beban mereka karena mungkin kalian sudah tau gimana rasanya tinggal numoang di tempat sodara. Apa apa serba sungkan. Akhirnya saya putuskan untuk tinggal di Mako Brimob milik senior saya, tepatnya di daerah Cipinang, Jakarta Timur. Ada kawan kawan saya juga tinggal disana. 

Seperti sebelumnya, saya setiap pagi mulai print out cv, mulai sebar surat cinta lagi, dari pintu ke pintu saya beranikan diri untuk melamar ke perusahaan. Saya mulai lagi dari yang terdekat. 

Bahkan, perusahaan yang sebelumnya sudah saya apply cv pun saya datangin lagi. Dengan besar harapan ada lowongan kerja untuk saya. Satu lagi yang menarik disini, ada salah satu crewing yang mungkin beberapa kawan sudah pernah mengalami. 

Ya benar.. 
Begini kiranya percakapan antara saya dan crewing kurang lebihnya..
C : Crewing
S : Saya

C : Selamat pagi mas, ada yang bisa saya bantu?
S : Selamat Pagi pak
C : Mau apply CV ya mas? Boleh saya lihat CV nya?
S : Saya menyodorkan CV saya
C : CV nya sudah bagus, sertifikat lengkap, tapi maaf ya mas, belum ada pengalaman jadi tidak bisa kami terima di perusahaan ini
S : Saya ada pengalaman berlayar 1 th pak, waktu itu masih cadet. Ijazah saya baru saja keluar pak.
C : Iya mas, apalagi ijazah baru, masih operasional, jadi kami hanya mencari yang sudah ada pengalaman, minimal sudah manajemen.
S : Mohon maaf pak sebelumnya, apa tidak ada kesempatan untuk saya yang masih pemula ini, setidaknya saya siap untuk mengikuti prosedur yang ada, baik test mandiri atau pun interview saya siap pak.
C : Aduhh.. Maaf tidak bisa mas, sudah ketentuan dari perusahaan ini bahwa tidak menerima kandidat yang masih fresh graduate. Mas nya cari dulu pengalaman, nanti kalau sudah ada pengalaman, boleh mencoba lamar lagi diperusahaan kami.
S : Ya sudah pak, terima kasih atas informasinya

Mungkin sebagian dari kalian pernah mengalami hal seperti itu. Ada satu lagi yang saya tidak akan pernah lupa sampai sekarang. Perusahaan ini mungkin bisa dikategorikan perusahaan bonafit. Semua armada kapalnya tanker. Saya beranikan diri untuk melamar disana.

Setelah sampai di depan kantor, disambut oleh Security.

Sec : Pagi mas, ada yang bisa saya bantu?
S : Pagi Pak..
Sec : Mau lamar kerja ya mas, maaf disini tidak menerima lowongan cadet. Mending cari tempat lain saja.
S : Dalam hati saya, anjirrr nih orang macam betul saja, macam yang punya perusahaan. Bahkan masuk kantor pun tidak diperbolehkan dan diusir.

Ada lagi nih.. Salah satu perusahaan tanker..
C : Crewing
S : Saya

C : Mas, kalau mau apply cv, silahkan ambil nomor antrian, siapkan dokumen dokumennya serta cv ditaruh paling atas ya mas
S : Iya pak, sudah siap semua
C : Oke, sesuai antrian ya mas.. Mohon bersabar

Karena waktu itu lagi banyak yang antri menyerahkan berkas satu per satu dipanggil
C : Mas Soma Arna, silahkan masuk ke ruangan.
S : Siap pak
C : Boleh saya lihat cv nya mas?
S : Saya sodorkan cv saya
C : Wahh.., cv nya bagus mas, sertifikatnya lengkap, tapi pengalaman baru cadet ya mas? Cadet dimana kemarin mas? Sambil berbasa basi tanya ke saya, karena di cv pun juga sudah tertera semua
S : Iya pak, saya baru lulus, dan ijazah saya baru keluar kemarin, stampelnya saja masih basah.wkwk sambil bercanda saya, karena bapaknya juga enjoy orangnya 
Saya cadet di Pertamina pak
C : Wahh, bagus ya, praktek disana dapat uang saku berapa mas?
S : saya sebutkan nominalnya sesuai yang saya dapat waktu itu
C : Lumayan juga ya mas, masih cadet bisa dapat segitu.
S : Iya pak, alhamdulillah.. Saya juga dapat rekomendasi jabatan dari Nakhoda pak sebagai Perwira Junior (sambil menyodorkan fc.surat rekomendasi jabatan)
C : Bagus mas, sebenarnya dari segi doikumen, sudah masuk kriteria, tetapi ijazah mas masih baru, dan masih operasional, sedangkan perusahaan kami mencari kandidat yang minimal sudah manajemen mas. Apalagi sertifikat mas sudah lengkap begini, satu langkah lagi mas saya jamin bisa join dengan kami jika mas nya ada minimal sekali pengalaman dengan jabatan yang sama.
S : Bagaimana saya bisa punya pengalaman pak, jika saya tidak diberi kesempatan memuali bekerja, sedangkan ijazah saya baru keluar pak. Apakah tidak ada peluang untuk saya pemula bisa join diperusahaan ini pak?
C : sambil bisik-bisik.. Kenapa nggak ditembak saja mas pengalaman satu atau dua kapal, baru nanti saya ajukan ke owner mas. Kalau fresh graduate saya tidak berani ajukan mas, karena sudah ketentuan dari perusahaan untuk tidak menerima fresh graduate.
S : Mohon maaf sebelumnya pak, bukannya tidak mau nembak atau bagaimana, sementara ijazah saya baru keluar september lalu, sangat tidak mungkin saya tembak pengalaman yang hanya beberapa bulan saja.
C : Oh iya juga ya mas.. Kenapa tidak kembali ke Pertamina saja mas, kan mas nya Exp Cadet Pertamina, bukannya yang Exp.Cadet lebih diprioritaskan ya disana? Saya denger-denger disana ada open recruitment untuk perwira junior mas.
S : Sudah pak, tapi belum ada info lebih lanjut. Menurut informasi, baru saja dibuka lowongan sudah ada ribuan cv yang masuk pak. 
C : Jadi.. 
S : Jadi, saya tidak mungkin bergantung di satu perusahaan pak, mana yang lebih cepat, kiranya ada lowongan, saya siap untuk join pak
C : Ya sudah, sementara cv mas saya bawa ya, nanti saya coba ajukan ke owner, kiranya nanti ada lowongan lainnya untuk mas, saya kabarin mas nya, ini aktif terus kan nomor hp nya yang di cv?
S : Iya pak, terima kasih atas bantuannya pak
C : Sama-sama mas, kalau rejeki nggak kemana mas, sambil senyum bapaknya.

Dari sekian pengalaman saya, mungkin beberapa kawan pelaut lainnya sudah banyak yang tahu dengan sistem begitu. Maaf kalau saya tidak bisa mencantumkan nama perusahaan tersebut. 

Hari semakin sore, saatnya saya kembali ke Mako untuk rehat melepas penat.hahaha

Keesokan harinya, saya bersama senior saya datang ke salah satu kantor pelayaran. Menurut informasi yang saya terima bahwa kantor tersebut sedang membuka lowongan banyak untuk set crew. Baik dari Ratting, Perwira, bahkan Nakhoda.

Setelah tiba disana, saya terkejut karena crewing yang saya temui ternyata kawan saya sendiri satu angkatan. Setelah menunggu antrian, akhirnya dipanggil juga nama saya
Bapak Soma Arna, silahkan masuk ruangan
Iya bu, siap
Ntah dia malu, jaga image, profesioanalitas kerja atau apalah itu, kiranya kawan satu angkatan yang lama tak jumpa, masak iya ketemu tidak saling sapa.hahaha

Yang jelas, seakan dia tidak mengenal saya. 
Bapak soma, cv anda sudah kami lihat, mohon maaf karena belum bisa kami terima karena kandidat yang kami cari untuk ijazah yang sudah endorse manajemen, begitulah dia memberikan info ke saya

Tak perlu lagi saya lanjut ya.. jujur ini saya mengetik sambil emosi kalau mengingat kejadian itu. 

Singkat cerita, saya kembali keliling lagi mencari perusahaan lainnya.
Waktu terus berjalan, tak terasa sudah berganti bulan. Kini sudah genap 5 bulan saya berjuang kesana kemari tiada hasil. 

Akhirnya, saya mendapat informasi dari senior saya bahwa ada salah satu agency di Bogor. Coba kesana, siapa tahu rejeki. Seminggu lagi saya naik dari agency situ juga. Dan benar kalau sebentar lagi, senior saya naik.

Akhirnya saya memutuskan untuk pergi menuju ke Bogor. Tepatnya bulan Maret saya datang ke kantor tersebut. Seperti biasanya, saya bertemu langsung dengan crewingnya. 
Boleh saya lihat cv nya?
Iya boleh pak, saya sodorkan cv saya
Masih operasional ya?
Iya pak, masih seger. Jawab saya
Oh iya, ini sertifikat sudah update semua ya? Soalnya kontrak kerja minimal 1 th, all certificate must be updated.
Iya pak, sudah update semua, jawabku
Bagus ini cv nya, sudah lengkap semua sertifikatnya, coba saya ajukan ke Bos ya? Siapa tau dipertimbangkan. Tunggu dulu disini ya, jangan pulang dulu, katanya sambil menelpon Bos nya.
Okey Bos sudah setuju, semua yang apply cv disini harus siap standby di mess kantor ya soma, jadi kapan kamu siap masuk mess?
Besok saya balik kesini ya pak, soalnya barang-barang saya masih ada di Mess Jakarta.
Okay dah, saya tunggu.
Okey terima kasih pak.

Singkat cerita, saya sudah stay di mess kantor. Pertama saya ditawarkan untuk di kapal General Cargo dengan GT 2000an, karena ijazah operasional tidak bisa dikapal besar.
Saya sejujui, karena mungkin ini sudah rejeki saya setelah berjuang kesana kemari tidak membuahkan hasil

Okey saya ajukan ke owner ya? Biar segera diproses.

Oke siap pak, terima kasih

Sudah fix, sudah deal, lagi lagi menunggu dan menunggu.
Satu bulan tidak ada kabar lanjut kapan diberangkatkan.

Sebenarnya banyak tawaran lainnya, bahkan setiap minggu ada job masuk, tetapi bukan untuk perwira, melainkan job untuk ratting. Kantor sudah menyarankan untuk saya, mau nggak kamu naik jadi AB dulu nggak masalah, daripada kamu lama nunggu job sesuai ijazah yang masih operasional sangat susah.

Saya target 1 bulan pak, misal 1 bulan ini saya tidak diproses oleh owner, dan tidak ada kabar lanjut, saya terima tawaran bapak untuk jadi AB.
Iya, nggak masalah sih menurut saya jadi AB dulu, toh juga banyak ijazah fresh graduate yang jadi AB dulu, nanti kan bisa di promote jadi perwira, katanya

1 bulan sudah berlalu, pikiran mulai pusing, orang tua pun setiap hari tanya kabar apakah sudah dapat pekerjaan atau belum, disitulah saya mulai berpikir, saya tidak mungkin seperti ini terus, saya harus turunkan ego saya untuk bsa terima jabatan sebagai AB, saya harus berani ambil resiko untuk saat ini.

Semalaman saya berpikir, sampai tidak tidur malam itu, akhirnya pagi pagi saya datang kentor, bilang orang kantor bahwa okey saya siap naik dikapal apa pun, jadi apa pun saya siap, asal cepet naik, cepet kerja.
Beruntung kamu soma, kebetulan ini ada tawaran job, Cargo Reefer tp jadi AB, kalau kamu mau, saya bisa ajukan langsung ke owner dan besar kemungkinan diterima karena ini Urgent, apalagi kamu ada ijazah, pasti lebih diprioritaskan.

Setelah saya tunggu beberapa menit, kantor menelpon owner, dan alhasil permintaan di acc, dan segera diproses untuk keberangkatan yang rencana awal bulan mei saya berangkat, karena kapal sedang perjalanan dari Majuro ke Songkhla, Thailand yang butuh sekitar 15 hari perjalanan.

Okey, alhamdulillah akhirmya saya bisa bekerja, walaupun tak sesuai jabatan saya, yang penting setidaknya berusaha dulu, mengingat promote dan lain sebagainya, nanti biar saya pikirkan lagi rencana kedepannya.

Satu per satu dokumen saya segera diproses, baik visa, paspor, serta dokumen penunjang lainnya, termasuk LG pun sudah keluar. Tinggal; menunggu tiket dari owner, dan cussss berangkat.

Kemudian saya kasih kabar gembira ini kepada orang tua di rumah bahwa dalam waktu dekat ini, saya akan berangkat berlayar. Alangkah senangnya kedua orang tua saya mendengar kabar gembira ini, tak henti hentinya bersyukur mengucap alhamdulillah akhirnya bisa berangkat berlayar, bahkan berkayar ke luar negeri ya kan.wkwkwk

Lagi dan lagi tidak sampai disini kesabaran saya diuji. Menunggu dan menunggu.
Menurut info, kapal sudah tiba di Thailand, dan delay menunggu proses sandar dikarenakan banyak antrian kapal yang sandar di pelabuhan.

Sabar soma, pasti berangkat kok, tinggal tunggu sandar saja, tiket langsung keluar hari itu juga setelah sandar. Ya begitulah kapal Cargo Reefer, di Songkhla, memang banyak pelabuhan sandar disana, cuma untuk Cargo Reefer hanya ada satu dermaga disana, selain itu dipakai sandar untuk kapal kontainer dan kapal lainnya. Kata orang kantor

Kira kira kapan ya pak info sandarnya? Tanya saya
Semingguan lagi, nggak lama kok, kontainer biasanya cepat proses bongkar muatnya disana, nggak sampai seminggu udah kelar.

Seminggu sudah saya tunggu, akhirnya kapal sandar juga, tetapi owner kasih kabar kalau tidak bisa crew change, karena kapal sandar hanya untuk mengisi bahan bakar dan fresh water, cuma diberi waktu sehari untuk itu semua, jadi tidak mungkin saya berangkatkan hari ini karena waktunya tidak cukup.

Lagi dan lagi, hanya kata sabar sabar sabar yang coba saya doktrin ke otak saya yang sudah mulai pusing.

Genap 1 bulan saya menunggu, akhirnya ada kabar gembira bahwa tiket saya sudah keluar, dan saya berangkat bulan mei akhir dimana lebaran yang tinggal menghitung hari, ketika yang lain pada mudik pulang ke kampung halaman, ehh ini saya berangkat.
Mengingat sudah banyak waktuku yang terbuang, dengan perasaan senang bercampur sedih karena lebaran kali ini, tidak bisa berkumpul bersama keluarga tercinta di rumah.

Singkat cerita, saya sudah tiba diatas kapal. Seperti biasanya, saya langsung menghadap Nakhoda untuk penyerahan dokumen. Disitu saya serahkan semua dokumen saya, disini saya mengalami kesulitan untuk berkomunikasi karena Captain nya orang China, satu-satunya bahasa yang kami pakai ya cuma English untuk komunikasi.

Oh iya, dikapal ini semua mix crew, baik dari China, Myanmar, Vietnam, dan Crew Indonesia pun hanya 5 orang termasuk saya. 

Bermodalkan bahasa yang bisa dibilang “little-little” saya nekad saja, dan benar kata orang-orang bahwa separah apapun bahasa inggris kita orang Indonesia, lebih parah lagi bahasa inggrisnya orang China dikapal ini.

Ya benar sekali, dari segi pelafalan pun kalau orang China ngomong bahasa inggris tidak ada yang clear dan jelas, harus berulang-ulang baru paham apa maksudnya. Kalau begini caranya, saya harus sedikit mempelajari bahasa China ini, jika tidak.. Saya sendiri yang akan pusing.hahaha

Dari prosentase 100% mungkin bisa dibilang hanya 20% saja yang mengerti dan bisa berbahsa inggris, untuk semua officer, engineer pun mereka sangat minim sekali speaking englishnya. 

Dalam hati saya, kok bisa ya officer, engineer yang tak banyak bisa speaking english tetapi berani naik kapal ke luar negeri pula. Disinilah ada pelajaran yang bisa kita petik bahwa selagi ada tekad, ada kemauan, berani mencoba, pasti akan ada jalannya.

Disini tidak ada OS, semua AB total ada 6 orang, Indonesia 2 orang termasuk saya, 1 Myanmar dan 3 orang lainnya China. Dan anehnya, hanya ada 2 orang yang bisa steering yaitu Saya dan 1 orang Myanmar. AB dari China tidak ada yang bisa steering, disisi lain memang tidak bisa dan disisi lain tidak mengerti speaking english. 

Aduhhh kacau kalau begini ceritanya, bisa nyonyor nih kalau cuma 2 orang saja, beruntung saya waktu cadet sering pegang steering dan sedikit banyaknya tahu steering order dan paham tentang olah gerak kapal karena selama saya cadet, saya banyak menghabiskan waktu dengan Chief Officer, jadi sedikit banyak ilmunya Chief Officer saya serap.hahaha

1 trip berlalu, dan AB Myanmar pun pulang habis kontrak

yang ada hanyalah saya satu-satunya yang bisa opegang kendali di Bridge. Pada saat itu, saya beranikan diri untuk ngomong ke Captain bahwa saya sebenarnya punya ijazah. Saya siap untuk dipromote sebagai Mualim 3 dikapal ini. 

Apalagi saya punya sertifikat ORU dan GMDSS yang notabene hanyalah Captain yang wajib punya, begitulah kata Captain China bilang ke saya.
Okey, saya coba promote ke owner, dan singkat cerita saya berhasil di acc oleh owner untuk naik jabatan sebagai Mualim 3 dikapal ini. 
Doc. With Cadut from China

Untuk bagaimana sistem kerja diatas kapal Cargo Reefer, mungkin akan saya bahas selengkapnya dilain waktu ya.. Ngomong soal sistem kerja, ini sudah 2 jam loh saya mengetik, sepertinya ada yang kurang, saya tinggal sebentar untuk seduh kopi dulu, 2 jam lumayan pedes juga nih, kan lebih relax sembari bercerita, minum kopi + sebungkus marlboro ya kan.wkwkwk

Oh iya, sedikit gambaran saja ya mengenai sistem kerja di Cargo Reefer itu bagaimana? Mengingat banyak sekali testimoni dari rekan-rekan pelaut lainnya bahwasanya kerja di kapal Reefer itu sangat berat, bahkan ada yang men-judge bahwa kerja di Reefer itu seperti kerja rodi, capek sekali dan jarang tidur. Apalagi di Reefer China, sudah pasti gila kerja semua.

Sebelum menyimpulkan semua itu, saya pribadi ingin bertanya apakah kalian yang bilang begitu, sudah pernah merasakan sendiri rasanya naik di kapal Cargo Reefer? Atau cuma sekedar denger kata orang, katanya, katanya dan katanya??

Mungkin dari sebagian kata orang itu ada hal-hal yang dilebih-lebihkan, sehingga mempengaruhi rekan pelaut lainnya, bahkan pelaut pemula pun takut untuk mencobanya. Sungguh sangat disayangkan jika itu jadi alasan kuat untuk tidak berani mencoba hal yang baru dan belum dibuktikan sendiri kebenarannya.

Saya sendiri yang sudah membuktikan, untuk yang belum terbiasa kerja keras, kerja berat, mungkin wajar-wajar saja bilang begitu, karena sistem kerja di atas kapal Cargo Reefer itu, selama proses memuat yang dilakukan dengan sistem STS (Ship to Ship) itu semua crew diatas kapal baik Perwira maupun Ratting ikut turun, masuk ke dalam palka guna menyusun muatan di dalam palka, kecuali Captain, Chief Officer, Chief Engineer, Second Engieer, karena mereka beerempat saling bergantian jaga masing-masing 6 jam jaga di bridge dan di kamar mesin.

Kebetulan kapal saya ini memuat ikan tuna, cakalang, yellowfin besar. Jadi, pembagian kerja di dalam palka dibagi menjadi 2 tim, crew deck dan crew enginee.

Cepat atau lambatnya proses memuat itu tergantung leader masing-masing tim, semakin cerdas dalam trik menyusun ikan, akan semakin cepat pula selesai, karena kita tidak bisa lama lama di dalam palka, mengingat suhu yang super dingin, bahkan melebihi suhu musim dingin di Jepang atau Korea, karena di dalam palka pun 1 jam saja sudah beku semua badan.

Jangankan badan, ikan saja kaku beku seperti batu, apalagi kapasitas tubuh kita yang mungkin bagi orang Indonesia tidak terbiasa dengan suhu dingin, yang pasti akan sulit beradaptasi di dalam palka serasa didalam freezer.hahaha

Paling lama, kita di dalam palka nyusun muatan itu sekitar 2 jam, itu pun sudah mati rasa badan, tangan susah gerak, kaku, apalagi wajah seperti lebam ditonjok orang, karena bicara saja tidak bisa saking dinginnya.hahaha

Tentu saja tidak separah itu kawan, karena tidak mungkin juga kan kerja dikapal tanpa mengedepankan safety ya kan.. Seperangkat alat perang pun sudah kami siapkan sebelum bertempur di dalam palka kok, dan itu semua pun sudah diuji dan di test keamanannya.

Bayangkan saja, muatan kapal saya 4000 ton, sehari normal bisa 200 ton kita susun dalam palka. Bahkan kapal ini pernah muat full 4000 ton hanya butuh 12 hari saja loh.. Memang crew MV. Sea Pearl 1 ini benar-benar hebat dan solid. Semakin cepat, semakin bagus karena smakin cepat penuh muatan, akan semakin berangkat menuju pelabuhan bongkar dan tentunya semakin cepat cair juga ya kan pundi pundi dollar nya.wkwkwk 

Tentunya, ada hasil juga ya kan, masak iya kerja keras begitu tak ada hasilnya.
Alhamdulillah.. Untuk 1 ton muatan, kita dapatkan bonus dari kantor USD 7 per ton, jadi ya kalikan sendiri dah hasilnya..

Masih ragu? 

Atau masih berpikir bahwa kerja di kapal Reefer itu capek? Kurang tidur? Atau kerja rodi? Buktikan sendiri dulu aja dah.,.

Saya tidak menjamin bahwa semua kapal Cargo Reefer bagus, dalam artian bagus sistem gajinya, bagus sistem pembagian hasil bonusnya, bagus dalam sistem kerjanya, karena itu semua tergantung kebijakan dari owner kapal masing-masing, tentunya dari Captain juga karena mungkin ada beberapa Captain yang curang dengan pembagian hasil yang tidak merata.

Alhamdulillah, untuk di Sea Pearl 1 ini, semua dibagi rata, tidak ada bedanya untuk officer maupun ratting karena kita semua kerja bareng-bareng, gotong royong membentuk team work yang solid.

Oh iya, berdasarkan informasi yang saya dapat, bahwa tidak semua kapal Cargo Reefer itu bonusnya sama ya.. Karena itu semua balik lagi ke awal, tergantung dari owner, tergantung muatan yang dibawa dan tergantung besar kecilnya GT Kapal yang tentu mempengaruhi jumlah muatan yang dimuat.

Untuk sekedar bocoran, ntah ini benar atau tidak, saya belum bisa memastikan kebenaranyya karena saya sendiri belum mencobanya, bahwa pengalaman kawan saya yang juga naik di Cargo Reefer tetapi bonusnya kecil, bahkan jauh dari bonus yang saya terima dikapal. Kawan saya, kapalnya muat Cumi, ada juga muat King Krab, pokoknya selain ikan tuna dan cakalang.

Kalau menurut saya pribadi sih, memang benar bahwa bonus tergantung muatan yang dibawa. Mungkin beberapa dari kalian yang punya pengalaman, boleh berbagi informasi, barangkali apa yang saya alami disini, berbeda dengan pengalaman kalian. Kita bisa saling tukar pikiran, tukar informasi bahkan info job kiranya ada job yang lebih oke kan, kenapa tidak ya kan.hehehe

Alhamdulillah.. Akhirnya terbuka juga jalan untuk saya.
Saya berhasil membuktikan kepada semua orang bahwa setiap perjuangan pasti akan membuahkan hasil, ntah itu kapan waktunya, melalui apa pun prosesnya, karena hasil tidak akan menghianati prosesnya. 

“Jangan takut mencoba hal baru, jika anda takut, maka ketakutan yg anda takutkan akan menjadi semakin nyata”

Bravo
Salam Pelaut Indonesia
Wewak, Papua New Guinea
15/04/2020 - 22.12 LT


Oleh. Soma Arna

---

Foto Soma Arnafoto soma arnadoc. Asmiar Dockyard - Bangkok
[Pengalaman] Join di Kapal Cargo Reefer[Pengalaman] Join di Kapal Cargo Reefer
[Pengalaman] Join di Kapal Cargo Reefer[Pengalaman] Join di Kapal Cargo ReeferDeck Cargo Reefer - MV. Sea Pearl 1, Panama Flag




11 Responses to "[Pengalaman] Join di Kapal Cargo Reefer"

  1. saya suka dengan cerita nyaa. ,
    dan saya terinperasi, kagum lihat Mas nyaa. darii 600lembar lamaran, Berjuang Buat diterima di slah satu prusahaan, saya percaya kerja keras ituu pasti membuwah kan Hasil yang Baguss.. dan tak di sangka",

    ouh iaa mass, salam dari saya Agung dari medan, mudah"an kita bisa jumpa yA mass.. dan bisa satu kapall hihihi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mas, salam kenal juga
      Mudah2an ada waktu dan rejeki yg bisa mempertemukan kita untuk saling berbagi ilmu
      🙏😊🙏

      Delete
  2. Mantap mas , saya tunggu cerita selanjutnya yaa , ilmu nya bermanfaat banget.
    Ayah saya juga alumni akpelni mas , ank 27 . pernah liat dia kesusahan nyari kerja 1,5th off sepatu pdh sampe tipis kebanyakan jalan kaki muter2 jakarta nyari perusahaan padahal att2 pengalaman 20th berlayar.
    Saya sendiri taruna pelayaran mas , tahun depan prala. Doain semoga cepat dapet kapal dan perusahaan bagus seperti sampean ya mas ehehe
    Jalesveva jayamahe 💪🏼

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mas, oh iya salam buat ayahnya ya?

      Persiapkan diri dari sekarang untuk prala, upgrade skill terutama bahasa inggris agar dpet nilai plus dan dipermudah untuk join di perusahaan bonafit

      Delete
  3. Halo mas saya suka ceritanya... mohon info perusahaan agent nya namanya apa ya... suami saya belum dapat2 pekerjaan juga sudah setahun nganggur... jika berkenan bagi info agent tempat mas bisa dapat kerja ya.. trimakasih sbelumnya...

    ReplyDelete
  4. Mas saya sangat kagum sm ceritanya tahun ini saya mau praktek . Rekomendasi perusahaan yang nerima cadet mas yang mungkin mas sendiri pernah nyari sendiri seperti di cerita mas .

    ReplyDelete
  5. Sangat menarik sekali ceritanya, dan saya angkat jempol dengan perjuangannya,mudah mudahan anak saya juga yang lagi Prala di kapal Reefer cargo TAI KING Berbendera PANAMA di berikan keselamatan dan kelancaran segalanya.

    ReplyDelete
  6. Sangat menarik sekali baca ceritanya,mudah mudahan kang Soma Arna menjadi orang sukses,menjai kebanggaan kedua orang tua,dan mudah mudahan Anak saya juga yang lagi Prala, di kapal reefer cargo TAI KING Diberikan keselamatan,di lancarkan dalam segala urusannya,.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin..
      Tai xing panama flag sepertinya masih satu perusahaan dengan sea pearl 1 panama flag, semoga putranya lancar sampai finish contract ya. Aamiin

      Delete
  7. Mau tanya mas pas jadi AB mas Ambil sertifikat able ga yaa?

    ReplyDelete
  8. Malam mas saya mau ngelamar jadi AB..
    Berapa jam kerjanya mas? Saya lihat ada job kapal reefer, apa bener gajinya 1200 us mas

    ReplyDelete
Demi kenyamanan bersama, dimohon berkomentar dengan kata-kata yang baik dan sopan. Mohon maaf, komentar yang berisi "link aktif" akan auto detected spam.

Jika tulisan ini layak untuk disebarluaskan, silahkan bagikan ke semua teman-teman sosial media baik manual (share link) atau dengan klik tombol bagikan yang sudah saya sediakan dibawah bagian akhir setiap tulisan.

Salam Satu Sea
"Di laut kita jaya, di darat kita berkarya"
Bravo - Pelaut Indonesia

Terima kasih

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel