Prinsip Kerja Pesawat RDF dan Penggunaannya Sehubungan Dengan Penentuan Posisi Kapal

Prinsip kerja pesawat RDF dan penggunaannya sehubungandengan penentuan posisi kapal adalah sebagai berikut: gelombang elektromagnetik yang dipancarkan oleh antena pemancar yang dapat ditangkap bolak-balik (arus bolak-balik) akan dicoba dengan anten-antena berbentuk koil melalui Medan magnet yang dipasang pada kapal, menginduksi gulungan sehingga tegangan listrik terjadi. Besarnya tegangan listrik yang terjadi pada koil tergantung pada lokasi koil (penampang koil) dari arah gelombang elektromagnetik yang menginduksi.

Prinsip Kerja Pesawat RDF dan Penggunaannya Sehubungan Dengan Penentuan Posisi Kapal


Radio Direction Finder (R.D.F.)

Prinsip kerja dari pesawat RDF dan penggunaannya sehubungan dengan posisi posisi kapal adalah sebagai berikut: gelombang elektromagnetik yang dipancarkan oleh pemancar bunga antena arus bolak-balik (arus bolak-balik) akan dicoba dengan antena berbentuk koil melalui medan magnet. dipasang pada kumparan penginduksi kapal sehingga tegangan listrik terjadi. 

Tegangan listrik besar yang terjadi pada koil tergantung pada lapisan koil (koil polipooting) pada arah gelombang elektromagnetik yang menginduksi. Jika goncangan penampang menuju pemancar (stasiun radio pantai), tegangan listrik yang terjadi maksimal. Perubahan tegangan listrik dari posisi maksimum ke posisi tertentu, akan lebih mudah didengar atau dilihat jika dibandingkan dengan perubahan tegangan listrik dari posisi minimum ke posisi tertentu.

Dalam melakukan properti dengan RDF, cari posisi maksimum terlebih dahulu maka hanya minimum sampai lebih jelas gambar gambar. Jika pesawat RDF dilengkapi dengan sistem bantalan otomatis, navigator hanya hidup membaca pengangkatan jarum. 

Keuntungan dari pesawat RDF meliputi:

a) Radio Direction Finder (RDF) dapat digunakan di navigasi pantai di mana pun kapal berada,

b) Kapal dalam keadaan darurat untuk membantu kapal lain atau stasiun pantai / darat, dapat menggunakan pemancar radio sehingga posisi kapal akan lebih mudah diketahui.

Prinsip dasar radio adalah induksi gelombang elektromagnetik yang diterima oleh antena pada kapal.

Cara mengoperasikan pesawat

a) Sebelum menggunakan menentukan tempat / posisi kapal!

b) Identifikasi stasiun pemancar yang akan diskrining!

c) Nyalakan pesawat bersama dengan antena, pasang tuning pada frekuensi stasiun dan putar crusor untuk mengambil suara (suara), diikuti dengan menggunakan gambar balok ke posisi suara dan gambar terbaik.

Garis duduk adalah tempat pemandangan selungkup yang ditangkap dengan sudut yang sama dan waktu yang sama di stasiun radio. Posisi matematika kapal ada di lingkaran besar itu sendiri.

Posisi matematika kapal adalah lengkungan baring. Kesalahan tangguh yang dapat terjadi pada radio adalah ± 20.

Kesalahan yang dapat terjadi pada bar radio meliputi:

a) Efek Malam (Efek Malam)

Proses ionisasi lapisan udara yang muncul pada malam hari lebih kecil dari siang hari, karena pada siang hari proses ionisasi lebih besar dengan adanya sinar matahari. Karena perbedaan antara terjadinya ionisasi, pada saat radio pada malam hari ada defleksi gelombang radio sehingga terjadi penyimpangan. Untuk mengatasinya, jika Anda akan memilih objek sepanjang malam, cari jarak kurang dari 60 mil. 

b) Pengaruh Pantai (Efek Tanah)

Stasiun pemancar darat yang memancarkan gelombang radio akan terjadi pembiasan (kesalahan arah) jika melewati pantai, karena kepadatan udara di pantai (terutama pantai pasir / tanah kering dan berbukit). Untuk mengatasinya adalah dengan mengambil raungan dari stasiun pemancar yang tegak lurus

Perhatikan panah, refraksi yang terjadi pada gelombang radio saat melewati pantai.

c) Kesalahan Manusia

Kesalahan ini disebabkan oleh kurangnya kehati-hatian pendengaran minimum, sensitivitas terhadap orang yang melayani pesawat dan keterampilan menggunakan pesawat radio. Nilai kesalahan dapat mencapai ± 20.

Cara melukis (Baringan)

Jika Baringan dilakukan oleh stasiun radio pesisir, garis adalah lingkaran besar dan tempat posisi kapal dalam bentuk perubahan besar. Jika Baringan dilakukan oleh kapal, garis bar adalah lingkaran besar dan tempat posisi kapal dalam bentuk kurva bantalan konstan.

Kedua lingkaran besar dan melapisi arches keduanya di peta Mercator dan secara umum bukan garis lurus, sehingga sulit untuk dijelaskan pada peta Mercator.

Cara Mematikan RDF.

a) Minimalkan suara dengan memutar tombol "Volume".

b) Putar tombol "Power" ke posisi "off".

c) Tekan tombol "Daya DC" yang diatur tombol catu daya ke posisi "off".

d) Tekan tombol Sakelar Arus Listrik ke posisi "Off".

0 Response to "Prinsip Kerja Pesawat RDF dan Penggunaannya Sehubungan Dengan Penentuan Posisi Kapal"

Post a Comment

Demi kenyamanan bersama, dimohon berkomentar dengan kata-kata yang baik dan sopan. Mohon maaf, komentar yang berisi "link aktif" akan auto detected spam.

Jika tulisan ini layak untuk disebarluaskan, silahkan bagikan ke semua teman-teman sosial media baik manual (share link) atau dengan klik tombol bagikan yang sudah saya sediakan dibawah bagian akhir setiap tulisan.

Salam Satu Sea
"Di laut kita jaya, di darat kita berkarya"
Bravo - Pelaut Indonesia

Terima kasih

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel