[Wajib Tahu] Cara Berlayar atau Bernavigasi Dalam Cuaca Buruk

Navigasi dalam cuaca buruk adalah navigasi dalam cuaca dan kondisi laut dimana kecepatan angin lebih dari 6 pada skala Beaufort dari ketinggian ombak lebih besar dari 5 meter.

Sebagai Nakhoda atau Perwira Jaga Navigasi, kita harus siap berlayar dalam kondisi apapun itu. sesuai semboyan "Pelaut Ulung Tidak Lahir Dari Ombak Yang Tenang". 
Foto by : Shipbussines.com

Maka dari itu, kita harus senantiasa mempersiapkan segala sesuatunya untuk menghadapi cuaca buruk baik itu angin, ombak maupun badai yang memungkinkan terjadi pada waktu berlayar. 

Lantas, apa saja persiapan kita untuk menghadapi situasi dan kondisi tersebut diatas?
Bagaimana dan Persiapan apa saja yang harus kita lakukan agar pelayaran kita aman?

Berikut akan saya bahas selengkapnya sesuai pengalaman saya selama berlayar dengan singkat, padat dan jelas.

Perkiraan dan Pengambilan Keputusan Dalam Menghadapi Cuaca Buruk


- Dalam pelayaran, mualim jaga harus mengadakan pengamatan cuaca dan kondisi laut setiap jam sekali dan mencatat pengamatan pengamatan tersebut ke dalam log book deck.

- Mualim jaga yang bertugas jaga harus berusaha untuk memperoleh data-data yang berhubungan dengan cuaca dan konidisi laut dengan VHF, NAVTEX atau sarana peralatan navigasi lainnya yang ada di kapal. Data-data yang diterima harus dengan segera dilaporkan kepada Nakhoda.

- Nakhoda harus menganalisa data-data cuaca yang diterima dengan mempergunakan peta cuaca.

- Nakhoda harus mempraktekkan kapan akan berhadapan dengan cuaca buruk, lokasinya dan keadaan cuaca buruk tersebut berdasarkan data-data cuaca serta berita-berita navigasi kemudian Nakhoda akan memutuskan apakah kapal akan berlayar dalam cuaca buruk

- Jika Nakhoda memperkirakan bahwa dalam pelayaran kemungkinan akan menghadapi cuaca buruk, Nakhoda dapat mengambil data-data cuaca buruk atau data-data lainnya dari Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG) atau Stasiun Cuaca sesuai rute pelayaran.


Persiapan Untuk Navigasi Dalam Cuaca Buruk


- Jika memungkinkan, Nakhoda harus memilih rute pelayaran bebas dari cuaca buruk.

- Nakhoda harus mengumumkan kepada awak kapal perkiraan cuaca yang diperoleh dari data-data cuaca dan memberikan peringatan-peringatan dini seperti berbahaya bekerja di deck, kecuali memang hal itu harus dilakukan. Demikian pula peringatan akan bahaya tergelincir dan bahaya terhadap benda-benda yang bergerak lainnya.

- Nakhoda harus meyakinkan bahwa persiapan-persiapan untuk memasuki daerah bercuaca buruk telah dilakukan diseluruh bagian kapal dan bilaperlu memasang tali-tali pengaman.

- Nakhoda harus memerintahkan kepada Mualim I untuk memeriksa kekuatan bangunan kapal berdasarkan perhitungan-perhitungan pemuatan dan dokumen-dokumen stabilitas kapal yang ada. Jika kapal dalam keadaan kosong, Nakhoda harus memerintahkan untuk mengisi ballast tambahan dengan maksud menambah draft kapal untuk mencegah putaran tinggi baling-baling dan mengurangi getaran kapal.

- Nakhoda harus meyakinkan bahwa Mualim I telah menutup pintu-pintu atau lubang-lubang seperti daftar di bawah ini agar kekedapan airnya terjaga :

• Pintu, jendela, gudang dan lubang lalu orang

• Ruang akomodasi

• Kamar kemudi

• Pipa-pipa udara tangki dan pipa-pipa duganya

• Ceruk rantai dan lubang-lubang yang berhubungan kebak rantai

• Semua pintu-pintu kedap air dan lubang bukan kedap air

- Nakhoda harus meyakinkan bahwa Mualim I telah mengambil tindakan untuk mengikat benda-benda yang dapat bergerak agar tidak tergeser pada waktu cuaca buruk.

- Nakhoda harus meyakinkan bahwa Mualim I telah mengikat batang-batang pemuat dan sekoci penolong.

- Nakhoda harus meyakinkan bahwa Mualim I telah memeriksa kondisi penempatan jangkar berikut rantainya apakah telah terikat dengan baik.



Navigasi Dalam Cuaca Burukk


- Untuk mencegah bantingan dan goyangan kapal akibat alun/gelombang, Nakhoda harus melaksanakan tindakan pencegahan untuk merubah haluan atau mengurangi kecepatan.

- Mualim jaga harus mengoperasikan mesin kemudi secara parallel jika diperlukan.

- Jika diperlukan, Mualim jaga harus merubah moda pengemudian otomatis menjadi moda “Rough Sea Mode” atau bahkan pengemudian secara manual.

- Nakhoda harus dapat dengan tepat mengartikan berita cuaca dan kondisi laut, mengamati perubahan-perubahan yang akan terjadi dan menentukan apakah akan mempunyai pengaruh terhadap haluan dan kecepatan saat ini.

- Nakhoda harus melaporkan keadaan cuaca dan keadaan laut pada saat itu kepada pihak berwenang terdekat atau kepada kapal-kapal disekitarnya dan memberikan peringatan kepada mereka tergantung dari keadaan saat itu (Tropical Storm Danger Messages, SOLAS V/2)

- Nakhoda harus memeriksa jika terdapat keadaan-keadaan yang tidak normal dikapalnya.


Pemeriksaan Pasca Cuaca Buruk


Nakhoda harus memeriksa seluruh bagian bangunan kapal dan muatan kapal sesegera mungkin setelah cuaca buruk berakhir. Ambil tindakan seperlunya, jika ditemukan ketidak normalan segera melaporkannya kepada VP Armada Milik/DPA.

Pencatatan :

Jika Nakhoda mengambil tindakan pada waktu navigasi dalam cuaca buruk, semua tindakannya harus dicatat dalam log book kapal dan melengkapi/mengisi (Checklist – PMK 7.13-1)



Tambahan :

Pengertian Navigasi Di Perairan Sempit, Dangkal Dan Perairan Ramai


- Perairan sempit diartikan suatu perairan (selat) yang lebarnya kira-kira kurang dari 2 mil dimana kapal dapat berlayar dengan aman sehubungan dengan draft kapal tersebut dan kedalaman airnya.

- Perairan dangkal diartikan suatu perairan yang kedalamannya terbatas untuk dilayari, seperti sungai ataupun muara sungai.

- Perairan ramai diartikan suatu perairan dimana terdapat lebih dari 2 kapal sehingga mengakibatkan sulit untuk mempertahankan haluan dan kecepatan semula dan hal ini berlangsung terus menerus. 




Demikian mengenai cara berlayar atau bernavigasi dalam keadaan cuaca buruk. Semoga dapat menjadikan manfaat bagi kita semua. Terutama bagi rekan-rekan pelaut semuanya. Demi kesempurnaan tulisan ini, segala bentuk kritik dan saran dari kalian sangat diperlukan agar tulisan dalam blog ini ,menjadi lebih baik lagi.

Terima kasih untuk semuanya yang telah memberikan dukungan. 
Safe sailing and safety first

Salam Satu Sea
Bravo, Pelaut Indonesia

0 Response to "[Wajib Tahu] Cara Berlayar atau Bernavigasi Dalam Cuaca Buruk"

Post a Comment

Demi kenyamanan bersama, dimohon berkomentar dengan kata-kata yang baik dan sopan. Mohon maaf, komentar yang berisi "link aktif" akan auto detected spam.

Jika tulisan ini layak untuk disebarluaskan, silahkan bagikan ke semua teman-teman sosial media baik manual (share link) atau dengan klik tombol bagikan yang sudah saya sediakan dibawah bagian akhir setiap tulisan.

Salam Satu Sea
"Di laut kita jaya, di darat kita berkarya"
Bravo - Pelaut Indonesia

Terima kasih

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel